PDDMI Kota Binjai Menggelar Gerakan Safari Subuh Berjamaah Periode II di Masjid Baiturahman

Sumaterapost.co | Binjai – Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kota Binjai, Sumatera Utara, menggelar Gerakan Safari Subuh Berjamaah (GSSB) Periode II Januari 2022 di Masjid Baiturahman, Jalan KH Samanhuddi, Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota, Minggu (23/01/2022) pagi.

Kegiatan dihadiri, Ketua PD DMI Kota Binjai, Letkol (CKM) dr H Darma Malem SpTHT-KL, Kabag Kesra Setdako Binjai, H Ahmad Yusri Ritonga, anggota DPRD Kota Binjai, H Marasonang Lubis dan Hairil Anwar, Wakapolres Binjai, Kompol Denny, Kapolsek Binjai Kota, Kompol Mochamad Guntur Pryantoko, Danramil 16/Binjai Utara, Kapten Inf Selamat Jaya, Ketua BKM Masjid Baturrahman, H Rizaldi Syarifuddin Nasution, pengurus DMI tingkat kota dan kecamatan, serta para pimpinan ormas Islam.

Baca Juga :  Perlombaan PAAR Tingkat Kabupaten, Pengurus PKK Desa Kebun Perlabian Keluar Jadi Pemenang

Di kesempatan itu, Wakil Ketua Komisi Dakwah Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kota Binjai, Al-Ustaz H Misto AR, tampil sebagai penceramah dengan tausiah berjudul “Pemimpin Ideal dalam Bingkai Islam”.

Menurut Misto, pemimpin ideal dalam Islam adalah sosok yang istiqamah. Dalam arti, seorang pemimpin harus konsekuen atau berpendirian kuat dalam bersikap maupun berperilaku secara baik, benar, dan bijaksana, serta mampu menjalankan amanah dengan jujur, adil, dan bertanggungjawab.

Baca Juga :  DPP Aceh Sepakat Sumatera Utara Serahkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran

“Bagaimana menjadi sosok pemimpin istiqamah? Pelajari dan amalkan sikap dan cara kepemimpinan Baginda Rasulullah. Antara lisan dan hati beliau itu sejalan. Jangankan sahabat, musuh saja pun tahu beliau itu sosok pemimpin yang istiqamah,” ujarnya di hadapan puluhan jamaah yang hadir.

Diakui Misto, di zaman sekarang ini sangat mudah menemukan sosok pemimpin yang pintar. Akan tetapi sangatlah sulit menemukan sosok pemimpin yang benar.

Baca Juga :  Bupati Labusel Hadirin Rapat Persetujuan Pembangunan Listrik Perdesaan di Dinas Kehutanan

Tidak mengherankan banyak sekali pemimpin yang justru tidak mampu menjalankan amanah jabatan dengan baik, bahkan terjerumus pada perbuatan dosa dan kemunkaran.

“Kita memang perlu orang pintar. Namun kita jauh lebih perlu orang benar. Sebab orang pintar belum tentu benar, karena orang pintar mengutamakan pikiran. Sebaliknya orang benar sudah pasti pintar, karena orang benar memadukan pikiran dan hati,” seru Misto. (andi)