Pekan Informasi NASIONAL, Sejumlah Pemuda Tubaba Desak Menteri BUMN Mundur

SumateraPost.co, (PANARAGAN) – Desakan mundur terhadap menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang juga sebagai Ketua Pelaksana Komite Pemulihan Ekonomi Nasional serta Penanganan Covid 19, di suarakan sejumlah pemuda dari Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung pada pekan Aksi Informasi Nasional, Selasa (22/9/2020)

Menurut sejumlah pemuda yang tengah menjalankan Aksi serentak secara Nasional dengan membentang Banner yang bertuliskan #erickout, manganggap Menteri BUMN telah gagal melaksanakan tugas yang diberikan Presiden Joko widodo.

“Kami mewakili suara masyarakat Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung, dalam hal ini dari komunitas pemuda Tubaba Lampung cinta NKRI, menyuarakan secara nasional kepada Presiden Jokowi untuk mengganti Menteri BUMN yang sekarang dan menempatkan Menteri yang lebih baik ditengah badai Covid-19,” ungkap Toni.

Menurut Toni, berdasarkan informasi yang terungkap dan menyebar di publik bahwa lebih dari 4.000 pekerja BUMN telah di PHK, sementara ratusan karyawan berbulan bulan gajinya tidak di bayarkan.

“Bahkan belasan ribu karyawan BUMN yang masih bekerja gajinya di potong dan tidak di bayarkan utuh, ini sungguh memalukan. BUMN sudah rugi, Ekonomi resesi, ditambah lagi Covid-19 tidak terkendali,” ujarnya

Selain itu ditambahkan Dery Kusuma Jaya salah satu pemuda Tubaba, bahwa aksi mendesak Erick Thohir juga terjadi dibeberapa Kabupaten di Lampung dan hampir di seluruh Provinsi di Indonesia.

“Ini gerakan serentak di 25 Provinsi, penyampaian informasi dari masyarakat kecil di daerah. Ditengah pandemi Covid-19 yang semakin menjalar, ekonomi yang semakin terpuruk, BUMN tidak memberikan solusi pemulihan ekonomi yang baik, bahkan biaya Listrik dirasakan semakin membuat masyarakat terjepit. Dari komunitas pemuda kecil ini, kami barharap Presiden Jokowi mengganti Menteri BUMN dan mendesak Erick Thohir mundur dari jabatannya,” terang Dery Kusuma

Sementara itu Rian Darma bersama Rohman dan Ade, mengulas informasi yang beredar luas bahwa Pertamina mengalami kerugian hingga Rp 11 Trilyun, Laba PGN ambruk 87%, Garuda rugi Rp 10 Trilyun, PT KAI rugi Rp 1,3 Trilyun, Antam, PLN, Angkasa Pura 1 dan 2, E Comerce Blanja.com di tutup hingga hutang BUMN yang semakin meroket.

Selain itu terdapat struktur jabatan yang tidak efisien dan boros sebagaimana terdapat staf khusus direksi yang bergaji hingga Rp 50 juta perbulan dengan jumlah direksi mencapai ribuan orang, Advisor yang konon di gaji Rp 25 juta perbulan dengan jumlah yang juga bisa mencapai ribuan orang.

Dihimpun sejumlah media, bahwa Penempatan ribuan Direksi dan Komisaris yang tidak transparan dengan penilaian kemampuan yang sangat subjektif serta beraroma koncoisme juga memperparah kondisi BUMN serta membuat BUMN semakin tidak profesional.

Selain itu rangkap jabatan di masa Erick Thohir yaitu 564 orang meningkat 100% di banding era Dahlan Iskan yaitu 271 orang dan meningkat 150% dibanding era Rini Soemarno yaitu 222 orang, dan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

“Negara harus segera hadir menyelamatkan perekonomian rakyat ditengah pandemi Covid-19, Presiden harus tahu kondisi BUMN dan Erick Thohir harus legowo mundur atas kegagalannya” ungkap Rian

Aksi sejumlah pemuda asal Kabupaten Tubaba itu, membentangkan Banner yang bertuliskan #Erickout di sejumlah tempat yakni di depan kantor PLN Tulang Bawang Barat di Pulung Kencana, di depan Tugu Rato dan dekat gerbang tol Menggala. (Sir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here