Pelanggaran Pemilu Merajalela, LIRA Sebut Marwah Bawaslu Dipertaruhkan

SumateraPost, Binjai – Walikota Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Binjai, Eddy Aswari, berkunjung Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Binjai, Sabtu (17/10/2020) sore.

Kunjungan tersebut dilakukannya untuk mengklarifikasi kinerja Bawaslu Kota Binjai, menyikapi sejumlah temuan dan dugaan pelanggaran yang terjadi sepaniang tahapan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Binjai 2020.

Setiba di tempat itu sekira pukul 17.30 wib, Eddy disambut Ketua Bawaslu Kota Binjai, Arie Nurwanto, serta dua komisioner lainnya, yakni Lailatul Sururiyah dan Syainul Irwan, yanh mengajaknya berdiskusi di Ruang Kerja Ketua Bawaslu Kota Binjai.

Beberapa persoalan yang dipertanyakannya, antara lain terkait belum dibalasnya surat DPD LIRA kota Binjai terkait alat peraga kampanaye (APK) liar, belum optimalnya penertiban APK liar, netralitas ASN, dan mundurnya sejumlah petugas pengawas pemilihan di Kecamatan Barat.

“Terus terang saya sedih. Kesannya marwah Bawaslu dipertaruhkan di sini. Banyak sekali pelanggaran Pemilu yang seakan sengaja dimunculkan, terutama terkait APK liar dan banyaknya oknum ASN secara terang-terangan mendukung pasangan calon,” ujar Eddy.

Menyikapi kunjungan tersebut, Ketua Bawaslu Kota Binjai, Arie Nurwanto, mengungkapkan rasa terimaksihnya kepada Walikota LIRA Binjai, Eddy Aswari, atas perhatian dan kepedulian khususnya terhadap pelaksanaan Pilkada Kota Binjai 2020.

Menjawab beberapa pertanyaan yang ditujukan kepada pihaknya, Arie mengaku, Bawaslu sejauh ini telah menjlankan tugas dan kapasitasnya selaku lembaga independen yang mengawal dan mengawasi pemilihan agar berjalan sesuai aturan.

Menanggapi belum dibalasnya Surat DPD LIRA Kota Binjai tertanggal 13 Oktober 2020, dia mengaku, hal itu belum dapat dilakukan pihaknya, mengingat jedah waktu antara penerimaan dan balasan surat belum memenuhi ketentuan.

“Sesuai regulasi yang diatur dalam Undang-Undang Nomor:14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, balasan surat resmi oleh Bawaslu Kota Binjai, baru dapat dilakukan tujuh haru setelah surat diterima,” jelasnya.

Sehubungan dengan penertiban APK liar, Arie mengaku, pihaknya telah menyurati Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai dan masing-masing pasangan calon peserta Pilkada Kota Binjai 2020 agar menurunkan seluruh APK tidak resmi dalam tempo 1 x 24 jam.

Namun penertiban APK yang seharusnya dilakukan Jumat (16/10/2020) kemarin, terpaksa ditunda. Sebab Bawaslu Kota Binjai mempertimbangkan sisi kemanusiaan, menyusul meninggalnya Kepala Satpol PP Kota Binjai, pada Kamis (15/10/2020) malam.

“Rencananya rakor penertiban APK, akan kita lakukan Rabu (21/10/2020) atau Kamis (22/10/2020) besok. Tapi ekesekusinya tetap harus menunggu surat tugas dari Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP. Jadi bukan kita yang memperlama,” terang Arie.

Menyikapi penanganan pelanggaran netralitas ASN, Komisioner Bawaslu Kota Binjai Divisi Penindakan Pelanggaran, Lailatul Sururiyah, mengakui, sejauh ini pihaknya telah menindaklanjuti tiga dugaan pelanggaran netralitas ASN.

Dalam hal ini, katanya, satu pelanggaran ditindaklanjuti Bawaslu sesuai hasil temuan di lapangan dan dua lainnya berasal dari laporan masyarakat.

Hanya saja dugaan pelanggaran netralitas ASN hasil temuan tidak dapat ditindaklanjuti pihaknya, menyusul terbitnya Perbawaslu Nomor: 8 Tahun 2020, yang mengatur penanganan pelanggaran pemilu hanya dikhususkan pada laporan masyarakat.

“Terkait dua laporan atas dugaan pelanggaran netralitas ASN, kita sudah teruskan itu ke KASN. Kita juga sudah surati paalslonnya. Namun dalam menentukan punishmentnya tetap itu wewenang KASN,” jelas Laila.

Sehubungan adanya sejumlah petugas pengawas pemilihan dan staf di lingkungan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Binjai Barat yang mengusulkan mengundurkan diri, Komisioner Bawaslu Kota Binjai Divisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia, Syainul Iwan, membenarkan hal itu.

Hanya saja menurutnya, Bawaslu Kota Binjai masih mendalami dan mempelajari hal tersebut. “Belum ada keputusan. Karena itu masih harus kita pelajari,” ungkap Syainul. (andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here