Pelapor SPBU Warga Wates Menunggu Tindak Lanjut

SumateraPost, Pringsewu – Hingga saat ini belum ada titik temu benang kusut proses perijinan SPBU Wates yang diduga salah satu warga yang rumahnya berdampingan dengan SPBU diduga data nya dipalsukan.

Catur Agus Dewanto, warga yang dirugikan, mengatakan kepada Sumatera Post- bahwa pemilik SPBU mendatangi dirumah kediaman Catur Agus Dewanto dan ingin mendengar secara langsung masalah di lapangan.

Pada kesempatan itu Catur Agus Dewanto menceriterakan secara gambalang proses perijinan sehingga data dirinya diduga untuk di hilangkan, padahal Saya tinggal di samping berbatasan langsung dengan SPBU, berarti diduga orang-orang kepercayaan di lapangan diduga menyalahi proses, ujar Catur Agus Dewanto.

Catur Agus Dewanto mengingatkan dalam Pasal 266 KUHP

(1) Barang siapa menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik mengenai sesuatu hal yang kebenarannya harus dinyatakan oleh akta itu, dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai akta itu seolah-olah keterangannya ,sesuai dengan kebenaran, diancam, jika pemakaian itu dapat menimbulkan kerugian, dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

(2) Diancam dengan pidana yang sama, barang siapa dengan sengaja memakai akta tersebut seolah-olah isinya sesuai dengan kebenaran, jika karena pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian.

Catur Agus Dewanto meminta ada klarifikasi dari pemik dan para penghubung serta kepada Pemerintah khususnya di Tingkat RT, RW,Kepala Pekon Wates, Kecamatan Gading Fejo, hingga Dinas PMPTSP secara jujur mengaku terkait pengeluaran surat rekomendasi, dan izin, mengapa masalah tentang namanya diduga untuk dihilangkan,

Sedangkan Dinas LH dan PUPR debagai pemberi rekomendasi tekhnis akan keluarnya dokumen UPL Ul atau AMDAL serta kesesuaian dengan RTRW yang ada, ujar Catur Agus Dewanto.(ndy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here