Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah Covid-19 Bagi Santri PontrenMu

PADANGPANJANG, SUMATERAPOST.CO — Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah (PontrenMu) Padangpanjang menggelar pelatihan penyelenggaraan jenazah Covid-19, yang diikuti oleh 77 orang santri kelas XII, Jumat (24/9/21) di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumbar (UMSB), dan dibuka oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Nicky Sondra, Lc.

Melalui rilisnya yang disampaikan pada media, Sabtu (25/9), Nicky berpesan pada seluruh santri agar mengikuti kegiatan ini dengan baik.

“Kita harus peka dengan keadaan sekitar. Bisa saja nanti yang akan menjadi korban adalah keluarga kita sendiri, ataupun tetangga kita,” ujarnya.

Baca Juga :  Edi Piliang Rilis Lagu Cinto Babaluik Luko, Pelestarian Dendang Minang dari Ancaman Kepunahan

Kegiatan tersebut menghadirkan Tim Penyelenggaraan Jenazah Covid-19 RSUD Kota Padang Panjang, Ustadz Arab Mustakribah, S.Pd.I sebagai pemateri dan akan berlangsung selama tiga jam dengan agenda paparan materi dan diakhiri dengan praktek penyelenggaraan.

Sementara itu, Mudir PontrenMu, Dr. Derliana, MA di tempat terpisah mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu terobosan pesantren untuk memberikan bekal kepada santri.

“Entah sampai kapan Covid-19 ini akan berlanjut, kita tidak pernah tahu. Bisa saja nanti ada masyarakat disekitar tempat santri tinggal, ada yang meninggal karena Covid-19. Dan santri yang telah kita bekali ini dapat menggunakan ilmunya untuk penyelenggaraan jenazah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Edi Piliang Rilis Lagu Cinto Babaluik Luko, Pelestarian Dendang Minang dari Ancaman Kepunahan

Derliana menambahkan, program penyelenggaraan jenazah ini sudah ada setiap tahunnya. Hanya saja saat ini karena berhubungan dengan Covid-19 maka penyelenggaraannya diarahkan terhadap jenazah Covid-19.

Salah seorang peserta, Nurul Izaty, santri asal Sumatera Utara yang mengikuti kegiatan ini mengaku baru kali ini melihat praktek penyelenggaraan jenazah Covid-19. Dirinya merasa senang mengikuti kegiatan ini.

Baca Juga :  Edi Piliang Rilis Lagu Cinto Babaluik Luko, Pelestarian Dendang Minang dari Ancaman Kepunahan

“Sangat bermanfaat sekali untuk dipraktekkan di tengah-tengah masyarakat. Saya baru kali ini melihat prosesinya, karena selama ini jenazah sudah di dalam peti,” ujarnya.

Sebagai pamungkas dari acara kegiatan, tiga orang santri langsung disuruh mempraktekkannya. Ketiga-tiganya dengan lancar memperagakan prosesi penyelenggaraan jenazah Covid-19. Mulai dari pemakaian alat pelindung diri yang sesuai standar kesehatan sampai prosesi mengafani jenazah. (H/Kiem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here