PESISIR BARAT – Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Barat saat ini jadi bahan perbincangan warga. Selain kurang transparan dalam penggunaaan anggaran, dinas yang di gawangi Tedi Zadmiko itu disinyalir juga melakukan perbuatan curang.
Dugaaan perbuatan curang itu diantaranya terkait belanja alat laboratorium umum (recopusing) senilai Rp. 2.794.950.000, kemudian belanja alat operasi RSUD
dengan nilai Rp.2.615.000.000.
Selain itu dana pembangunan gedung PCR RSUD M Tohir (pengadaan langsung) yang bernilai Rp. 2. 000.000.000. Ketiga item tersebut bersumber dari tahun anggaran 2021.
Meski “katanya” telah membeli peralatan, setiap pasien yang akan melakukan operasi ringan maupun besar selalu saja dirujuk ke rumah sakit luar daerah Pesisir Barat.
“Ini sangat lucu, milyaran uang dialokasikan untuk membeli peralatan operasi dan membangun gedung serta pembelian laboratorium, hingga kini pelayanan RSUD M Tohir dan puskesmas yang ada di Pesisir Barat belum sesuai harapan,” terang sumber kepada wartawan.
Menurutnya kuat dugaaan pembelian beberapa alat dan pembangunan laboratorium itu hanyalah akal-akalan oknum petinggi dinas kesehatan Pesisir Barat semata. Tujuannya tak lain untuk mengeruk keuntungan guna memperkaya diri sendiri.
” Saya meyakini pembelian dan pembangunan gedung pada 2021 hanyalah trik oknum petinggi dinas kesehatan untuk memperkaya diri sendiri,” ucap sumber.
Saat dikonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Barat Tedi Zadmiko hanya menjawab, Hahaha.. sy br plg dr puskes ngaras.. sini kekntor kl konfirmasi gus, nti diksh data yg bener gus, drpd ngacok2 gitu.. malu lah masak ketua pwi gak ada data valid, trs ngomong “meyakini”.. liyom muneh nyak, repa munih puwarimu ane ulun kanah.. mik kantor gawoh gus 🙏. Gus




