Pemerintah Harus Pertimbangkan Penurunan Tarif Ekspor

SumateraPost.co, Medan-Pemerintah harus mempertimbangkan untuk menurunkan tarif ekpor dalam upaya terus mendorong kinerja ekspor yang belakangan ini mengalami penurun terlebih ke China.

Padahal ekspor komoditas Indonesia ke negara Tirai Bambu itu menurut data Bank Indonesia terbesar mencapai 16% dibanding ke negara lainnya. Namun dengan munculnya wabah virus corona membuat kinerja ekspor Indonesia ke China kian terpukul.

“Karena itu kita minta pemerintah untuk mempertimbagkan kembali tarif ekspor terlebih terhadap produk UMKM”, ujar Ketua Umum DPP GPEI,Khairul Mahalli kepada awak media di Medan, Selasa 25/2/2020.

Dia mengatakan penurunan tarif ekspor salah satu solusi bagi peningkatan espor komoditas Indonesia ke negara lain yang tidak terimbas wabah corona.Untuk mempercepat realisasi penurunan tarif tersebut, Kementerian Keuangan perlu mendorong Pelindo dan Angkasapura sebagai pemegang kunci pintu ekspor di tanah air.

“Tanpa penurunan tarif ekspor komoditas di tengah kondisi sulit terutama akibat kasus virus corona dikhawatirkan Indonesia bisa kehilangan devisa dari ekspor yang signifikan. Anjloknya ekspor akan berdampak terhadap perekonomian nasional secara menyeluruh,” ujar Mahalli yang juga Ketua Umum Kadin Sumut dan Ketua DPW Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (Asdeki).

Menyinggung dicoretnya Indonesia dari daftar negara berkembang oleh Amerika Serikat, dia menyatakan pencabutan preferensi khusus untuk daftar anggota WTO atau Organisasi Perdagangan Dunia jangan terlalu dirisaukan. Karena bukan cuma RI, tapi juga China, India, Singapura dan Vietnam.

Tapi yang penting Indonesia masih tetap mendapat diskon atau pemotongan bea masuk impor dari AS seperti halnya negara berkembang. “Memang kita prihatin atas dikeluarkan dari daftar WTO namun kita harapkan tidak berlangsung lama,” punta Mahalli

Menurut dia Indonesia negara kaya dengan sumber daya alam menjanjikan sehingga masih banyak negara lain yang meliriknya. Termasuk senang berinvestasi di berbagai sektor ekonomi. Ada masanya Indonesia bangkit. “Itu sebabnya kita tidak perlu risau berkepanjangan,” ucap Mahalli.(tiara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here