Pemkab Mesuji Akhirnya Minta Maaf kepada Awak Media dan Organisasi Pers

SumateraPost, Mesuji – Akhirnya Pemerintah Kabupaten Mesuji menggelar pertemuan dengan sejumlah awak media dan organisasi Pers yang ada di kabupaten Mesuji, Rabu(30/09/20).

Pertemuan yang dilakukan di aula rapat dinas kesehatan Kabupaten Mesuji ini sebagai bentuk dari perseteruan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Mesuji, Yanuar Fitrian.

Mediasi yang dimotori Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mesuji, Syamsudin itu menghadirkan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Beddi dan Asisten Bidang Administrasi Umum, Nawawi Matni.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji, kami mohon maaf jika ada yang kurang selaras,” kata Beddi.

Kami lanjut Beddi, sangat menyadari, apa yang dilakukan rekan media dalam beberapa hari terakhir sesungguhnya adalah bentuk kritik dan rasa sayang yang sedang dicurahkan.

Oleh karena itu, Beddi mengajak semua pihak untuk dapat saling memaafkan dan memulai pola komunikasi baru yang lebih tertata.

“Bagaimanapun, polemik yang sempat terjadi kemarin adalah akibat miskomunikasi di antara kita, dan itu terjadi karena kita semua sayang dengan kabupaten Mesuji, ” akunya.

Dihadapan para wartawan, dengan didampingi Nawawi Matni, Beddi berjanji akan melaporkan hasil pertemuan ini ke pada Sekkab Mesuji.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Mesuji, Alzoni meminta agar kejadian seperti ini jangan terulang lagi.

“Malu kita pada masyarakat, jika memang ada pemberitaan dari kawan-kawan mohon dilurusnya dengan cara-cara yang santun dan elegan, “Harap Alzoni.

Karena lanjut Alzoni, konten sebuah pemberitaan, hendaknya bisa dipahami sebagai bentuk rasa sayang pada Kabupaten Mesuji, sebagi bentuk keiginan wartawan untuk bersama-sama membangun Mesuji.

“Sebagai wartawan, melalui beritalah kami menunjukan rasa sayang itu. Jadi, mohon tidak disalah artikan,” tambah Alzoni.

Ditempat yang sama, Dewan Penasehat (Wanhat) PWI Mesuji, Juan Santoso Situmeang, juga mengemukakan hal serupa dengan menyebut bahwa momen hari ini adalah ajang evaluasi.

“Jika kita runut ke belakang, harus diakui bahwa, pasca pandemi Corona melanda Mesuji, hingga detik ini, komunikasi antara Gugus Tugas dan awak media memang berada dalam tahap yang sangat buruk, jika harus kami sebut angka maka saat ini point komunikasi pemkab dengan media hanya di angka Empat, ” ujar Juan.

Berangkat dari kondisi itu lanjut Juan, berharap agar pertemuan kali ini tidak hanya sekadar bermanis-manis tapi harus membuahkan solusi.

“Saatnya kita mulai pola komunikasi yang lebih baik. Jangan lagi kami ada di siring, Pemkab ada di jalan,” tegas Juan.

Sedemi itu Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Mesuji, Yanuar Fitrian, menyatakan tak ada yang benar dan salah dalam polemik ini.

“Semua salah, semua benar,” ujar Yanuar. “Dan tak mungkin Dinas Kesehatan menanggulangi pandemi ini seorang diri.

Selain Plt. Kapala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim), Angga Pramudita, turut hadir dalam kesempatan itu, Ketua Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI), Lukman, Ketua Lembaga Pendidikan Jurnalis Desa (LPJD), Aris Rinaldi, beberapa anggota Ikatan Wartawan Online (IWO) dan sejumlah jurnalis. (Nai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here