Pemkot Bogor Terima 9.160 Vaksin Covid-19, Dedie : Jangan Takut Vaksin Corona

SumateraPost, Bogor – Pemkot Bogor telah menerima sedikitnya 9.160 vaksin Covid-19 Sinovac dan akan disebar di 64 fasilitas kesehatan. Rencana penyuntikan vaksin dimulai, Kamis (14/1/2021) mendatang.

“10 penerima pertama dari unsur Forkopimda Kota Bogor, diantaranya Wakil Walikota Bogor, Ketua MUI, Kepala Dinas Kesehatan dan yang lainnya,” kata Walikota Bogor, Bima Arya Rabu (13/1/2021)

Kemudian 9.150 tenaga kesehatan yang ada di 64 fasilitas kesehatan sebagai penerima prioritas vaksin Sinovac.

Baca Juga :  Sosialisasi Untuk Pilwu Di Kecamatan Losarang

Vaksin Sinovac, dinyatakan lolos oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

“Sudah ada izin penggunaan darurat atau EUA dari BPOM, sudah dinyatakan lolos dan aman,” katanya.

Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengatakan penyaluran sesuai titik-titik yang ditentukan. Untuk menjaga keamanan vaksin, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyatakan akan mengamankan 24 jam hingga pemberian vaksin selesai. Jajaran dari Polresta Bogor Kota akan menempatkan personil di Kantor Dinkes Kota Bogor.

Baca Juga :  Indramayu Terima 9.200 Vial Vaksin Sinovac

“Kami lakukan secara cyber patroli guna antisipasi adanya isu-isu hoax terhadap vaksin ini. Kita ingin masyarakat aman dan nyaman, terhindar dari berita hoax yang bisa menimbulkan rasa pesimis,” tegasnya.

Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim salah seorang penerima perdana vaksin Sinovac. Dia menegaskan warga Kota Bogor agar jangan takut menerima vaksin pada saatnya nanti. Sebab, vaksin yang diberikan melewati rangkaian prosedur pemeriksaan secara ketat.

Baca Juga :  Suami Isteri Kompak Jual Sabu, Isteri Ditangkap Suami Kabur

“Saya yakin vaksin ini penerima pertama vaksin dilakukan screening, diantaranya saya sendiri, Kapolresta dan Ketua DPRD, ada beberapa tahap,” kata Dedie.

Dedie mengaku tetap menjaga stamina tubuh agar imunitas tetap terjaga hingga mencari informasi dari berbagai sumber tentang bagaimana dampak atau efek pasca pemberian vaksin.

“Kita melihat contoh yang sudah dilakukan di berbagai tempat. Saya yakin aman,” jelas Dedie.(Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here