Pemkot Tutup Dua Puskesmas di Tanah Sareal, Antisipasi Penularan Lebih Lanjut

SumateraPost, Bogor – Pemkot Bogor tutup sementara Puskesmas Kayu manis dan Puskesmas Pembantu (Pustu) setelah 11 pegawai di Puskesmas di Kelurahan Kayu Manis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor dinyatakan positif Covid-19.

Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, penutupan sementara, bentuk antisipasi pemerintah meluasnya virus Corona. Setelah 11 pegawai Puskesmas tersebut terkonfirmasi positif.

“Kita tak mau Covid- 19 berkembang, karena 11 orang pegawai dinyatakan positif,” kata Dedie Selasa (8/6/2021).

Baca Juga :  Pemkab Bogor Perketat, Pemeriksaan Antigen Dikawasan Puncak Sabtu Minggu

Menurut Dedie, peristiwa itu terjadi karena salah seorang perawat di poly gigi Puskesmas Kayu Manis dinyatakan positif COVID-19. Perawat berinitial K itu sempat bertugas di Puskesmas Pembantu (pustu) Kencana kelurahan Kayu Manis bersama 4 perawat lain.

Kemudian tim medis melakukan tracing terhadap beberapa nakes, yang kontak erat. Hasilnya, ada 10 nakes lain terpapar Covid-19. Sehingga tak ada pilihan lain dua Puskesmas
itu harus di tutup sementara.

Baca Juga :  Polsek Cibinong Tengah Mengusut Pembuang Bayi Tersangkut Bebatuan Kali Cimahpar

“Kejadian itu berlansung, karena dua perawat gigi di PKM Kayu Manis terkonfirmasi positif Covid-19, berikut 4 orang pegawai lain, mengeluh tidak enak badan, namun mereka tetap masuk kerja,’ kata Dedie.

Dijelaskan juga bagian kebersihan di Puskesmas tersebut juga merasa tak enak badan. Hasil lab widal positif. Kemudian merembet pada petugas pendaftaran mengeluhkan hal yang sama. Oleh Pemkot Bogor diputuskan dua Puskemas untuk sementata ditutup.

Baca Juga :  Presiden: Percepat Vaksinasi dengan Mobilitas dan Interaksi Tinggi

Hal itu dilakukan, untuk mejaga meluas penularan lebih lanjut dan tim satgas Covid- 19 terus melakukan pendataan dan tracing pada petugas lain. Tim kesehatan lansung mengambil langkah membersihkan puskesmas berupa penyemperotan.

“Tak kurang dari 34 orang petugas Puskesmas dilakukan tes PCR, dan dua Puskesmas terpaksa ditutup sementara untuk pelayanan,” ungkap Dedie. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here