Pemuda 19 Tahun di Langkat Ditemukan Tewas Tergantung

SumateraPost, Binjai – Seorang pemuda berusia 19 tahun di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, ditemukan tewas tergantung dalam dapur rumahnya, Sabtu (23/01/2021) pagi.

Informasi dihimpun wartawan, korban diketahui bernama Surya Mahendra, warga Jalan Pacul, Gang Setia, Dusun III, Desa Sendangrejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat.

Jenazah pemuda malang itu ditemukan tergantung pada tiang kayu langit-langit dapur rumahnya, dengan kondisi leher terjerat sehelai kaun sarung.

Kuat dugaan korban meninggal akibat bunuh diri, karena tidak ditemukan luka ataupun tanda bekas kekerasan pada jenazahnya. Selain itu pula, belum diketahui secara pasti motivasi korban nekat mengakhiri hidupnya.

Baca Juga :  Pemkab Karo Gelar Forum Perangkat Lintas Daerah Tahun 2021

Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo, saat dikonfirmasi wartawan melalui Kasubbag Humas, AKP Siswanto Ginting, Sabtu (23/01/2021) sore, membenarkan kejadian tersebut.

Menurutnya, aksi gantung diri korban diketahui pertama kali sekira pukul 10.30 wib oleh kakak iparnya, Eka (26).

“Saat itu, saksi hendak masuk ke dalam rumah. Namun karena pintu depan terkunci, dia lantas mengintip melalui jendela. Di situlah saksi mendapati adik iparnya sudah dalam kondisi tergantung di ruang dapur,” jelas Siswanto.

Baca Juga :  Kota Gunungsitoli Krisis Air Bersih

Terkejut dengan temuan mengerikan itu, Eka pun menjadi panik. Seketika itu dia berteriak meminta pertolongan tetangga dan masyarakat setempat.

Oleh Kepala Dusun III, Desa Sendangrejo, Suriyanto (40), informasi temuan korban gantung diri itu segera dilaporkannya kepada pihak kepolisian.

Sesaat setelah kedatangan polisi, jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa menuju Klinik Mitra Bunda, Kelurahan Cengkehturi, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, guna diperiksa.

Baca Juga :  Wabup Sergai Canangkan Enam Kampung Tangguh

Dari hasil pemeriksaan itu, petugas medis justru menyatakan korban telah meninggal dunia. Oleh pihak keluarga, jenazahnya lantas kembali dibawa pulang guna disemayamkan.

“Kasus ini sendiri tidak ditindaklanjuti petugas Polsek Binjai. Pasalnya, pihak keluarga menolak proses otopsi, karena merasa korban murni meninggal akibat bunuh diri,” terang Siswanto. (andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here