Pengamat Sosial, Survey BPS 55 Persen Warga Tak Patuh Protokol Kesehatan Karena Tak ada Sanksi

SumateraPost, Jakarta-Di Masa transisisi pandemi covid -19 telah terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam berbagai macam aspek kehidupan, termasuk diantaranya perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-sehari.

Menurut survey Badan Pusat statistik (BPS) pada bulan September 2020 yaitu Survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi COVID-19.

Rudi Hermanto SH,MH, Pengamat sosial yang memperhatikan kehidupan masyarakat sosial mengatakan bahwa responden survei ini secara sukarela mengisi survei secara daring responden nasional sekitar 90,967 orang.

Menurut rudi, Hasil survei ini hanya menjangkau masyarakat yang memiliki akses internet, sehingga tidak bisa mengeneralisasi perilaku masyarakat secara umum.

Isi survei antara lain penerapan 3 M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak) yang telah dilakukan oleh masyarakat dalam masa pandemi.

“Saya kira perilaku 3 M di masa pandemi Covid ini sudah mulai membudaya dan akan menjadi budaya baru ” Ujar Rudi Hermanto SH, MH.

Lanjut Rudi Dari survey BPS Juga di jelaskan Dari 90.967 responden yang mengikuti survei, tingkat kepatuhan responden dalam melaksanakan protokol kesehatan masih perlu ditingkatkan.

“tingkat kepatuhan responden menggunakan masker saat berada di luar rumah mencapai 91.98%.” Jelas Rudi.

Tambahnya, penerapan protokol kesehatan perlu di mendapat perhatian agar dalam memutus mata rantai penyebaran covid ini bisa berhasil sesuai dengan harapan kita semua.

“Selain itu BPS juga menemukan 55 persen responden berpendapat ketiadaan sanksi menjadi alasan masyarakat tidak menerapkan protokol kesehatan ” Ujar Rudi.

Lanjut rudi, Perlu kesadaran yang tinggi dari warga masyarakat agar kita semua bisa cepat terlepas dari penyebaran virus covid-19 ini. ( Ls).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here