Pengemudi Ojek Nekat Nyabu Biar Kuat Begadang

Sumaterapost – Dengan dalih agar badan kuat begadang, Deni Isnardi (34) yang berprofesi sebagai pengemudi ojek konvensional pada malam hari, terpaksa harus menjadi budak obat terlarang narkoba jenis sabu-sabu.  Bahkan untuk membeli sabu-sabu, Deni harus merogoh kantongnya sebesar Rp 150 ribu tiap malamnya.
Warga Tanjungkarang Barat, Bandarlampung ini mengaku, tidak kuat begadang. Sehingga, dia ‘mengandalkan’ sabu-sabu agar kuat melek sampai pagi untuk menunggu para calon penumpang. “Saya beli sudah dua kali. Saya pakai sabu juga karena saya gak kuat begadang, makanya saya pakai sabu. Setelah pakai, saya jadi kuat begadangnya,” katanya, Minggu (29/10).
Deni mengaku tidak pernah memakai sabu-sabu sebelumnya. Tetapi, karena usahanya berjualan baju bangkrut, dia beralih pekerjaan menjadi pengemudi ojek. Namun, kini dia harus mendekam di sel tahanan setelah petugas Satnarkoba Polresta Balam meringkusnya.
Kepala Satuan Narkoba Polresta Balam Kompol Indra Herlianto mengatakan, polisi menangkap tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa di Jalan Imam Bonjol sering terjadi penyalahgunaan narkoba. “Informasi itu dikembangkan, kemudian anggota berhasil menangkap tersangka beserta barang bukti 0,32 gram sabu,” jelasnya.
Setelah menangkap tersangka, lanjut Indra, kemudian polisi melakukan pengembangan untuk mengetahui asal barang tersebut. Dalam lokasi yang berbeda, anggotanya berhasil menangkap Agus yang memberikan sabu kepada Deni di Jalan Tamin. “Kami kembali menangkap Agus di Jalan Tamin beserta barang bukti sabu-sabu seberat 0,95 gram,” ujarnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here