Penjelasan Saksi Pukulan Telak Bagi Debt Collektor dan NSC Finance

SumateraPost, Bogor – Penjelasan saksi dalam sidang lanjutan Perdata No 184, jadi pukulan telak bagi NSC Finance. Dugaan penarikan paksa kendaraan oleh Debt Collector di tengah jalan ditelanjangi saksi di Pengadilan Negeri (PN) Bogor Selasa (6/4/2021) siang.

Majelis Hakim hadirkan saksi di persidangan dari penggugat sepertinya ingin memasti proses pengambilan paksa kendaraan ditengah jalan dalam sidang perdata 184. Penggugat Iin Darliaman menghadirkan dua saksi, hanya satu yang diterima majelis hakim yakni Abdul Hamid Efendi sebagai saksi kunci.

Ketua Majelis Hakim Ummi Kusuma Putri, Hakim anggota Mathilda Christina Katarina dan Melissa serta Penitera Astrid Hastridian. Abdul Hamid Effendi menjawab pertanyaan Hakim anggota Mathilda Christina Katarina, mengaku ketakutan saat orang menggedor gedor pintu kaca mobil ditengah jalan seraya minta minggir.

Baca Juga :  Launching Polri TV-Radio, Kapolri: Agar Lebih Dekat Dan Memberi Edukasi Masyarakat

Hakim Mathilda Christina Katarina mencecer pertanyaan seputar penarikan kendaraan di jalan yang dilakukan Debt Collector di bilangan kalender Jakarta timur.

“Saya takut bu hakim ada tiga orang menggunakan motor menggedor kaca pintu kendaaraan dan meminta saya minggir. Mereka serem dan badannya besar,” kata Abdul Hamid Efendi dalam persidangan.

Apakah mereka memperkenalkan diri, tanya hakim. “Tidak bu hakim,” kata Abdul Hamid. Hakim kemudian mendesak sudah berapa kali pinjam kendaraan dengan penggugat, “Sudah tiga kali dengan waktu berbeda Bu Hakim,” tutur Abdul Hamid lagi.

Hakim menanyakan apakah tiga orang yang akan mengambil mobil ditengah jalan itu menjelaskan jati diri mereka. Saksi Abdul Hamid menjelaskan bahwa mereka tidak menjelaskan siapa nama mereka hanya mengatakan dari NSC finance

Baca Juga :  Operasi Kurma, Polres Bogor Kota Siagakan 800 Personel

Setelah kendaraan berhenti, satu orang dari penagih hutang menyita konci mobil dan memerintahkan Abdul Hamid ikut ke kantor NCS untuk menanda tangani berita acara.

Apakah saudara tau apa isi surat yang ditanda tangani di kantor NSC, tanya hakim. Abdul Hamid mengatakan tidak tau Bu hakim. Apa isi surat yang ditanda tangani. Tanya hakim?

‘Saya tidak tau Bu hakim, sangat takut karena mereka serem dan terkesan galak,”ungkap Abdul Hamid menjawab pertanyaan hakim.

Hakim mendesak apakah kamu tidak tau masalah hingga kendaraan ditarik. “Mohon maaf Bu hakim saya tidak tau masalah kendaraan itu,” kata Abdul Hamid.
Abdul Hamid menjelaskan kendaraan yang digunakan mengantar mertua ke pondok haji Jakarta timur merupakan hasil pinjam dari Iin Darliaman, penggugat pekara perdata 184 di PN Bogor.

Baca Juga :  Sidang Lanjutan Penarikan Kendaraan, Kuasa Hukum Tergugat Tak Bisa Hadirkan Saksi

Pengakuan saksi saat di tarik kendaraan dia tak tau apa alasan kendaraan ditarik. Saad di tarik Abdul Hamid Effendi tak tau alasan kenapa kendaraan di tarik secara paksa sore sore oleh dabt Collector.

Ketua Majelis Hakim, Ummi Kusuma Putri menanyakan berapa kali pinjam kendaraan dari pemiliknya dan Abdul Hamid menjelaskan telah tiga kali pinjam kendaaraan tanpa harus bayar.

Selama persidangan perdata 184 di PN Bogor nampaknya di kawal Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI). (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here