Perasaan Siapa Tak Gembira Melihat Tanaman Padi Menguning

SumateraPost.co, Medan- Perasaan siapa yang tak gembira melihat tanaman padi di sawah sedang menguning.

Betapa tidak sebuah harapan akan segera tergapai karena panin padi semakin dekat.Benar seperti kata orang bijak apa yang ditanam itulah dituai.

Syukurlah kata bijak ini memihak kepada Saimun (66). Warga Jalan Bakti Kelurahan Tanjung Gusta, Medan Helvetia ini tak lama lagi memanen padi di sawah. Meski luas sawah cuma sekitar 400 meter persegi, ayah 6 orang anak bisa meraih hasil keringatnya sebanyak 450 kg beras setelah digiling.

“Sekira itulah rezeki kami diberi Allah dari usaha bertani setiap 3 bulan sekali. Dalam satu tahun tiga kali kami bercocok tanam,” tutur Saimun kepada SumateraPost.co saat berada di sawah, Selasa 11/2/2020.

Lelaki kelahiran kota Kisaran Sumatera Utara ini mengaku sudah 10 tahun bertani di sawah. Sawah milik orang kaya itu boleh dibilang dititip sama Saimun. Mungkin karena belas kasihan sebagai tukang beca motor.

Maklum, di tengah perkembangan teknologi informasi cukup pesat, transportasi beca mulai tertinggal dengan gojek. Meski hasil dari pekerjaan mengemudi beca tak lagi memenuhi kebutuhan hidup, namun tetap dijalankan seberapa pun ia peroleh.

“Dulu saya pernah bekerja sebagai sopir mobil sales barang material bangunan pada 1980-an.Kami membawa barang ke berbagai pelosok Aceh. Lumayan juga mendapat gaji. Tapi sekitar 10 tahun terakhir ini saya bertani di areal sawah teman,” ucap Saimun.

Dari hasil pertanian itu, selain kebutuhan sehari-hari,beras juga dijual untuk keperluan membeli pupuk tanaman padi.Begitulah seterusnya dilakukan Saimun untuk menutupi kebutuhan rumahtangganya.

“Sedangkan dari pekerjaan mengemudi beca kita jalan terus. Berapa ada kemudahan rezeki alhadulillah. Paling penting sedikit atau banyak harus kita syukuri,” kata Saimun sambil menghalau burung pipit yang hinggap di tanaman padi sedang menguning.

Wilayah Medan Helvetia terlihat masih banyak terdapat areal persawahan yang diusahakan warga setempat. Namun tidak sedikit pula kawasan tersebut telah berdiri rumah gedung. Harga tanah di sana juga lumayan tinggi. Soalnya sudah termasuk dalam Kotamadya Medan, Sumatera Utara.(bachtiar adamy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here