Perbedaan Data, Kabupaten Bogor Disebut Zona Merah Covid-19

SumateraPost, Bogor – Satgas Nasional Covid-19 menyebut Kabupaten Bogor sebagai zona merah. Akibat tingginya kematian karena Covid-19 sejak Rabu (3/2).

Bupati Bogor Ade Yasin mengaku pasrah. Bumi tegar beriman ditetapkan Satgas Nasional Covid- 19 sebagai risiko tinggi penularan Covid-19. Dinkes setempat, menyebut ada kesalahan entry data.

“Data provinsi angka kematian tinggi sehingga kita dinyatakan zona merah,” kata Ade Yasin usai evaluasi penanganan Covid-19 di Cibinong, Kamis (4/2/2021).

Baca Juga :  Sidak di Kecamatan Lohbener, Bupati Hj,Nina Minta Pelayanan Diperbaiki, Takutlah Pada Allah

Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar), jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 5.885 kasus. Pasien Covid-19 yang dinyatakan meninggal berjumlah 304 orang.

Sedangkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, mencatat sebanyak 81 kasus meninggal karena Covid-19. Akibat perbedaan dengan provinsi tersebut, Kabupaten Bogor dinyatakan zona merah atau risiko tinggi penularan Covid-19.

Baca Juga :  Perkuat Green Mosque, BPMI Luncurkan Program Wakaf Energi Istiqlal

“Kita dinyatakan zona merah, akibat perbedaan data dengan provinsi. Data kematian Covid-19 provinsi menyebut terbesar,” kata Ade Yasin.

Namun demikian, Ade Yasin meyakini sebagai “warning” untuk segera berbenah dan menyelesaikan persoalan dan penularan Covid- 19 dapat ditekan.

Sekretaris Dinas Kesehatan, Achmad Zaenudin mengatakan, zona merah untuk Kabupaten Bogor setelah terdapat kesalahan pendataan jumlah angka kematian pasien Covid-19.

Baca Juga :  Polisi Ingatkan Ada Modus Baru, Penipuan Berkedok Nakes, Ingin Bantu Soal Vaksin Covid-19

“Ada data harus diperbaiki dan jangan sampai terjadi perbedaan data yang dapat membingungkan masyarakat,” katanya. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here