Peresmian Purna Pugar Vihara Tri Dharma Budha Binjai Meriah

Sumaterapost, Binjai – Peresmian purna pugar Vihara Tri Dharma Budha Kota Binjai, yang dirangkai dengan peringatan ulang tahun Dewa Thai Sang Law Cin, di Jalan Mochamad Husni Thamrin, Kelurahan Pekan Binjai, Kecamatan Binjai Kota, berlangsung meriah, Kamis (01/08/2019) siang.
Ratusan umat Budha hadir di vihara berusia lebih dari 1 abad itu, termasuk sejumlan tokoh masyatakat seperti, Pembimbing Masyarakat Budha Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara, Budi Sulistio, Kakan Kemenag Kota Binjai Abdul Rahman Harahap, Camat Binjai Kota, Fajar Kurniawan, Kapolsek Binjai Kota, Marulianus Jawak, Wakil Ketua FKUB Kota Binjai, Isabidin Guntur, Anggota DPRD Sumatera Utarat Terpilih, Sugianto Makmur, Anggota DPRD Kota Binjai Terpilih, Ryan Wijaya, Bikhu Aggasara Sthavira, Lurah Pekan Binjai Sumarsono, Pembina Masyarakat Budha Kota Medan, Upasaka Pandita Burhan, Penyuluh Agama Budha Kota Binjai, Pujiatno, dan Ketua Yayasan Vihara Tri Dharma Budha, Sulung Salim.
Acara diawali pertunjukan kesenian barongsai sebagai tanda penyambutan tamu dan undangan. Setelah itu kegiatan dilanjutkan resepsi pengguntingan pita, penandatanganan prasasti, serta peninjuan ruangan dan fasilitas vihara oleh para tokoh lintas agama.
Pembimbing Masyarakat Budha Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara, Budi Sulistio, mengaku kagum atas penyelesaian renovasi Vihara Tri Dharma Kota Binjai. Sebab dia menilai upaya tersebut menunjukan besarnya kesadaran umat untuk meningkatkan fungsi rumah ibadah.
Apalagi menurutnya, membangun dan menciptakan rumah ibadah yang nyaman dan sehat merupakan upaya efektif dalam meningkatkan aktifitas keagamaan, sekaligus menjamin terwujudnya masyarakat beragama yang sehat secara lahir dan batin.
“Saya berharap, Vihara Tri Dharma Budha Kota Binjai sebagai salah satu objek vital relijius. Artinya, vihara ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah dan pelaksanaan ritual agama, tetapi juga menjadi pusat pendidikan agama Budha dan kegiatan sosial kemasyarakatan di Kota Binjai,” seru Budi.
Senada dengan hal itu, Kakan Kemenag Kota Binjai, Abdul Rahman Harahap, turut mengapresiasi penyelesaian renovasi Vihara Tri Dharma Kota Binjai. Pasalnya, hal tersebut turut membuktikan kehidupan keagamaan di Kota Binjai berjalan baik.
Secara khusus dia berharap, Vihara Tri Dharma Kota Binjai tidak hanya jadi tempat ibadah dan sarana pembinaan umat Budha, tetapi juga pusat informasi, pendidikan sosial, dan sarana pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Mari kita jadikan Vihara Tri Dharma Kota Binjai sebagai tempat membangun persaudaraan dan salah satu icon kerukunan umat beragama. Sebab saat ini Binjai menempati peringkat 9 kota terukun se-Indonesia,” terangnya.
Sebelumnya, Sekretaris Yayasan yang juga Ketua Panitia Pelaksana Renovasi Vihara Tri Drahma Budha Kota Binjai, Sugiharto SH, menyatakan, proses renovasi awalnya dilakukan sebagai upaya meningkatkan daya tampung umat untuk beribadah.
Namun karena desakan umat yang menginginkan peningkatan kualitas dan kapasitas bangunan, serta banyaknya dukungan dari pihak donatur dan para dermawan, maka proses renovasi dilakukan dalam skala besar.
“Vihara Tri Dharma Budha Kota Binjai sendiri sudah tiga kali mengalami proses renovasi skala besar, yakni pada 1975, 2016, dan 2019. Kebetulan pada reovasi terakhir, kita menghabiskan anggaran Rp 1,8 miliar,” kata Sugiharto.
Secara khusus, dia pun turut berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu proses renovasi, terkhusus kepada Jhoni Mesah selaku donatur, keluarga besar Saidi Rusli sebagai pihak penghibah sebidang tanah dari dua bidang tanah yang dibebaskan, serta seluruh umat Budha Kota Binjai yang telah mengumpulkan dana bantuan secara swadaya.
“Kita patut bersyukur, karena renovasi ini membuat Vihara Tri Dharma Budha Kota Binjai kian bertambah luas, dari awalnya hanya 189 meter persegi, kini menjadi 345 meter persegi,” ujar Sugiharto, sembari berharap jumlah umat dapat terus bertambah. (andi)