Peringati Hari Kebebasan Pers Sedunia, AJI Gelar Diskusi “Dalam Bayang-bayang Represi”

SumateraPost, Bandarlampung – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung bakal menaja diskusi publik bertajuk “Kebebasan Pers dan Berekspresi: Dalam Bayang-bayang Represi”, Senin, 3/5/2021, pukul 15.00-17.00 WIB. Gelaran diskusi secara daring ini sekaligus untuk memperingati World Press Freedom Day (WPFD/Hari Keb ebasan Pers Sedunia). Diskusi tersebut berlangsung secara online via Zoom. Nantinya, diskusi publik live streaming melalui akun YouTube AJI Bandar Lampung.

Ketua AJI Bandar Lampung Hendry Sihaloho, di Bandarlampung, Minggu, 2/5/2021, mengatakan diskusi ini berangkat dari kasus-kasus kekerasan terhadap jurnalis. Peristiwa yang menonjol adalah kekerasan terhadap Nurhadi, jurnalis Tempo di Surabaya. Dia disekap, dianiaya, hingga diancam dibunuh saat mengonfirmasi kasus korupsi.

Baca Juga :  BAZNAS Lampung Serahkan Bantuan kepada Tahfidz Al Quran

Selain Nurhadi, lanjut Hendry, jurnalis Lampung Post Ahmad Sobirin juga menerima kekerasan verbal usai meliput pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) di Tulangbawang Barat. Sobirin menerima telepon dari oknum anggota polres setempat. Dalam percakapan, oknum polisi itu mengintimidasi Sobirin. Lalu, malam harinya, kediaman Sobirin didatangi mantan anggota TNI.

“Peristiwa yang menimpa Nurhadi dan Sobirin hampir bersamaan. Kekerasan terhadap kedua wartawan itu terkait kerja-kerja jurnalistik. Jurnalis perlu mendapat perlindungan karena keberadaannya untuk menjaga dan memastikan hak-hak publik terpenuhi,” ujarnya.

Selain kekerasan terhadap pewarta, AJI Bandar Lampung juga menyoroti kebebasan berekspresi di Lampung. Sepanjang Januari-April 2021, AJI mencatat tiga peristiwa yang berhubungan dengan kebebasan berekspresi. Pertama, pelaporan mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL) ke polisi usai demo menuntut keringanan uang kuliah tunggal (UKT). Kedua, surat peringatan gubernur terhadap lima mahasiswa Politeknik Negeri Lampung (Polinela) karena berencana demo soal UKT. Ketiga, skors dan drop out kepada sembilan mahasiswa teknik sipil Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) setelah mendirikan sekretariat.

Baca Juga :  Cegah Corona, Babinsa Koramil 410-04/TKT Patroli Penegakan Prokes di Kel. Way Kandis

“Itu bukan yang pertama. Tahun lalu, jurnalis Teknokra Universitas Lampung (Unila) menjadi korban teror dan peretasan ketika hendak menggelar diskusi soal Papua. Pada 2019, sekelompok orang membubarkan acara menonton bareng film ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ di gedung Dewan Kesenian Lampung. Saat menyampaikan Catatan Akhir Tahun 2019, kami sudah memproyeksikan kebebasan berekspresi di Lampung akan terganggu,” kata Hendry.

Baca Juga :  Jelang Lebaran Idul Fitri, Babinsa Kodim 0410/KBL Bagikan Bingkisan kepada Warga

Terkini, aksi memperingati May Day (Hari Buruh Internasional) di sejumlah daerah berujung penangkapan, kemarin. Turut pula ditangkap jurnalis pers mahasiswa yang meliput peringatan May Day.

Diskusi Publik “Kebebasan Pers dan Berekspresi: Dalam Bayang-bayang Represi” akan menghadirkan Direktur LBH Pers Lampung Chandra Bangkit dan Direktur LBH Bandar Lampung Chandra Muliawan. Bersama AJI, mereka akan memantik diskusi. Selain itu, sejumlah korban kekerasan maupun pelanggaran kebebasan bereskspresi akan menyampaikan testimoni.

Bagi yang hendak bergabung mengikuti diskusi bisa registrasi untuk mendapatkan link Zoom: http://bit.ly/diskusipublik_AJI. Narahubung: Derri Nugraha (+62 831-6931-9093) (Christian Saputro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here