Perlu Pawang Hujan dan Doa di Pengecoran Jalan TMMD Banyumas

SumateraPost, Banyumas – Banyak pihak berharap dan berdoa agar cuaca terus membaik di lokasi pengecoran jalan di Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, karena jika hujan jalan yang akan di cor menjadi becek dan sangat licin, sehingga membuat para pekerja sering terpeleset.

Jalan sepanjang 1,8 kilometer dengan lebar 3,7 meter dan ketebalan 20 centimeter itu, terus terus dikebut pengerjaannya oleh masyarakat setempat bersama anggota Satgas TMMD Reguler 108 Kodim 0701 Banyumas, bahkan sampai lembur malam yang sudah berjalan dua malam, di hari keempat pelaksanaan TMMD. Jumat (3/7/2020).

Dikemukakan Babinsa Petahunan, Koramil 15 Pekuncen, Serka Eko Budi Wiyono, sering turunnya hujan di lokasi kerja karena faktor letak lokasi Desa Petahunan yang memiliki ketinggian 420 mdpl dan diapit perbukitan.

“Pengerjaan jalan ini harus selesai tepat waktu dan tepat kualitas sehingga selain doa kepada Tuhan, juga diperlukan pawang hujan karena kita akan terus melakukan lembur malam agar target tercapai,” ungkapnya.

Menurutnya, pawang hujan yang ada di Petahunan saat ini yaitu Sekdes/Carik, Sukmono (37), tidak maksimal karena disibukkan memberikan pelayanan kepada warga setempat, juga mengurusi kegiatan non fisik TMMD berupa penyuluhan dan sosialisasi.

“Bagaimana tidak sering hujan, Pak Carik juga menjadi komando masyarakat dan ikut kerja lembur di lokasi pengecoran jalan,” ujarnya.

Jika hujan datang, para pekerja harus segera menutup jalan yang masih baru di cor dan stok semen yang ada di pinggir jalan dengan plastik, begitu juga dengan mesin molen. Sementara saat hujan reda, pekerjaan akan dimulai dari nol lagi karena harus menghidupkan mesin molen, memperbaiki jalan cor yang rusak, dan tentu saja bonusnya adalah genangan air.

Untuk itulah Babinsa setempat tersebut tetap mohon doa kepada seluruh masyarakat Petahunan khususnya, dan juga Banyumas pada umumnya.

Sekedar diketahui, progres jalan beton 1,8 kilometer menuju Obyek Wisata Curug Nangga itu adalah menginjak 500 meter. Untuk lembur malam menambah panjang 15-17 meter per hari, sedangkan pekerjaan siang 45-50 meter. (Aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here