Perpompaan Besar Tidak Berfungsi Di Gampong Batee Puteh, Ada Komponen Yang Hilang

Sumaterapost.co – Langsa | Proyek Irigasi Perpompaan Besar Gampong Batee Puteh, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh yang di kerjakan CV. NAISYA Kota Langsa yang sudah selesai di kerjakan tahun lalu,tepatnya tanggal, 26 Oktober 2020 dan berakhir tanggal, 15 Desember 2020, tidak bisa difungsikan dari awal penyelesaian hingga saat ini .

“Tidak bisa difungsikan dari awal penyelesaian hingga saat ini, warga mengutarakan keluhannya kepada media ini, Senin, 19 Nopember 2021, padahal kami sangat mengharapkan pompa tersebut bisa difungsikan secara normal hingga tidak terkesan terbengkalai, apalagi proyek tersebut baru setahun selesai dikerjakan, ujar warga masyarakat petani daerah setempat yang minta namanya tidak ditulis.

Baca Juga :  Pengurus APDESI Aceh Timur Gelar Rapat Konsolidasi

Proyek yang bersumberkan dana Anggaran Pendapatan Belanja Kota (APBK), Bantuan Covid-19 tahun 2020, proyek tersebut menurut warga tidak seperti yang di harapkan pasalnya pipa pengisap yang seharusnya besarnya 8mm, menjadi 4mm, sementara untuk pipa penyaluran air kesawah berdiameter 8mm, sehingga dalam hal ini air yang terhisap masuk ke Pipa penyalur jadi tidak stabil (kecil).

Baca Juga :  Mengukur Pencapaian Keahlian Peserta Didik, SMKN 2 Peureulak Laksanakan UKK Tahun Pelajaran 2021-2022

Proyek dengan nomor kontrak 045/SPPBK/DPPKP/APBK-Covid-19/X/2020, tanggal, 26 Oktober 2020, proyek tersebut menelan biaya sebesar Rp.653.900.000, sumber dana APBK Bantuan Covid-19 yang berada di bawah tanggung jawab Dinas Pertanian, Perkebunan, Perikanan dan Kelautan Kota Langsa.

Salah staf Dinas Pertanian, Pak Din, yang dihubungi media ini melalui WhatsApp hari yang sama membenarkan bahwa irigasi perpompaan besar yang ada di Gampong Batee Puteh Kecamatan Langsa Lama saat ini tidak bisa berfungsi secara normal dikarenakan tutup saringan pengisap hilang diduga diambil orang yang tidak bertanggung jawab. Akibatnya, sampah-sampah yang ada di sungai tersedot masuk ke Pipa pengisap dan air jadi tersendat, dan kami sudah cek kelokasi beberapa hari lalu, untuk memperbaiki nya perlu waktu karena barang yang hilang itu perlu biaya untuk mengadakan kembali, jadi para petani mohon bersabar, tutupnya.(Mustafa)

Baca Juga :  Mengukur Pencapaian Keahlian Peserta Didik, SMKN 2 Peureulak Laksanakan UKK Tahun Pelajaran 2021-2022