Persoalan Limbah Menjadi Kultur Rusaknya Lingkungan

0
Sungai Citarum Harum sudah tidak nampak kotor dan keruh (gambar. Dokumen Kodam III Siliwangi)

Bandung (sumaterapost.co) – Sejarah terburuk dan menjadi persoalan serius bagi bangsa Indonesia, yakni persoalan sampah. Baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, untuk mengatasi sampah yang mengkristal berpuluh – puluh tahun sampai merogoh anggaran APBN/APBD milyaran rupiah.

Proyek Citarum Harum dikerjakan oleh TNI Kodam III Siliwangi.

Keburukan sejarah sungai dan kali dijadikan tempat pembuangan sampah, sejumlah sungai atau kali dijadikan tong sampah raksasa. Seperti halnya sungai Citarum, dijadikan tong sampah raksasa sejak puluhan tahun. Berbagai jenis sampah menggunung dari softex, plastik, bantal, kasur, kotoran manusia, sampai limbah pabrik dan limbah cair.

Limbah terindikasi sangat berbahaya mengandung racun, limbah cair ini bisa saja limbah domestik dari penduduk dan sejumlah pabrik yang berada di sepanjang DAS misalkan kali Citarum dan Kali Cbl Bekasi Kedua sungai tersebut, sepanjang tahun menjadi polemik. Hal itu berdampak pada akses kehidupan masyarakat, petani, nelayan dan rusaknya lingkungan hidup.

Proyek Citarum Harum merupakan proyek masif untuk mengembalikan sungai Citarum kembali menjadi bersih. Alhasil, kondisi Citarum Harum selama 1 tahun belakangan ini sudah tidak lagi nampak kusam dan kotor. Proyek yang ditangani oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) Kodam III Siliwangi diklaim sangat cepat melakukan proses restorasi, revitalisasi dan rehabilitasi sungai Citarum.

Namun proyek Citarum Harum pada proses restorasi, revitalisasi dan rehabilitasi mendapat sorotan tajam dari dari anggota komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dolfie saat melaksanakan Gerakan Nasional Penanaman Pohon di Panyandaan Desa Jambudipa Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat Minggu (2/2/2020) lalu.

Dolfie mengatakan, proyek revitalisasi sungai Citarum Harum merupakan proyek nasional di Jawa Barat. Diatur dalam Peraturan Presiden Republika Indonesia Nomor 15 Tahun 2018 Tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran (DAS) Citarum.

Revitalisasi perlu adanya dukungan dan peran serta masyarakat, memiliki tingkat kesadaran yang tinggi. Jika masyarakat tidak bergerak memiliki kesadaran untuk menjaganya, dari berbagai potensi pencemaran berbagai macam limbah. Hal itu kata Dolfie, jika masyarakat tidak memiliki kesadaran, maka revitalisasi Citarum tidak akan berhasil dengan sempurna.

Dolfie pun mengakui untuk saat ini kondisi Citarum Harum sudah menunjukan hasil signifikan meskipun belum 100 persen “sekarang Citarum Harum sudah tidak keruh dan kotor meskipun kwalitas air masih buruk. Penanganang yang sungguh luar biasa hanya baru berjalan 1 tahun secara bertahap Citarum Harum bisa dijadikan kebutuhan bagi masyarakat” ungkapnya.

Catatan sumaterapost.co, sungai Citarum yang melintasi sebanyak 12 Kabupaten di Jawa Barat menjadi sumber air bagi 28 juta penduduk Jawa Barat. Bukan Jawa Barat saja melainkan warga Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. Proyek Citarum Harum secara bertahap dikerjakan sampai 5 tahun mendatang. (Muh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here