PERTAMINA Diminta Serius Awasi Distribusi GAS MELON Saat Virus Corona

SumateraPost, Batam – Akibat langka dan naiknya harga Gas Elpiji 3 Kg atau yang biasa di sebut gas melon saat pandemi virus Corona merebak membuat masyarakat kebingungan.

Salah satu warga kampung belian kecamatan Batam kota. berinisial ibu SR ketika di wawancarai wartawan www.sumaterapost.co pada senin (27/04/20).

Mengatakan bahwa sudah hampir satu minggu gas melon 3 kg tidak ada di pangkalan didekat rumahnya.

Saya sudah muter-muter cari gas dan akhirnya dapat diwarung eceran di seputaran bengkong, itupun harganya sudah naik menjadi Rp23 ribu biasanya saya beli harganya hanya Rp18 ribu satu tabung gas nya.

Ekonomi saya sulit tidak ada lagi pemasukan akibat dampak dari virus Corona saya dan suami sudah tidak bekerja lagi, kami rakyat kecil malah di tambah lagi susah untuk mendapatkan gas melon 3 kg, bisa-bisa kami masak pakai kayu bakar saja,” ujar ibu SR.

Begitu juga dengan IR salah satu pedagang gorengan yang biasa berjualan di simpang tiban dermot sekupang, mengatakan kepada awak media ini bahwa ia juga mengalami kesulitan mendapatkan gas melon 3 kg. Dipangkalan gas yang berada di wilayah sekupang kosong semua pangkalan gas sudah satu minggu kosong saya beli diwarung eceran seputaran  tanjung riau harganya diatas HET Rp 23 ribu.

PERTAMINA harus serius mengawasi ketersedian stok gas melon disetiap pangkalan gas yang berada di setiap kelurahan pungkas IR.

Kepala Dinas Perindag kota Batam DR.H.Gustian Riau SE .Msi ketika di konfirmasi melalui telepon selularnya. terkait langkanya gas melon 3kg di tengah bencana Covid 19.serta bulan suci ramadhan yang sedang berjalan menjelang hari raya idul fitri tahun ini. mengatakan bahwa ia telah mengundang
Pimpinan PT.Pertamina (persero) Batam Center Kristianto melalui via wa untuk membahas hal tersebut beberapa kali tetapi tidak pernah di respon apalagi datang kekantornya.silahkan anda konfirmasi langsung ke pimpinan kantor Pertamina Batam center ucap Gustian riau (imron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here