Pertumbuhan Pangsa Pasar Diluar Jawa 16,1%, Antonius: Marjin Laba Bruto 31,7%

SumateraPost, Bogor – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk merilis, Pangsa pasar Indocement untuk periode kuartal pertama 2021 berada di tingkat 25,9%. Pertumbuhan berada di luar Jawa dari 15,1% menjadi 16,1%. Didukung beroperasinya secara optimal dua terminal di Pulau Sumatera dan satu floating terminal di Konawe, Sulawesi Tenggara.

“Secara efisien menopang pertumbuhan permintaan semen di daerah tersebut. Total volume penjualan tumbuh +5,5% didukung meningkatnya volume domestik
sebesar +3,7% dan ekspor sebesar +344,7%,” kata Direktur dan Corporate Secretary Antonius Marcos Jumat (7/5/2021)

Menurutnya, Marjin Laba Bruto meningkat dari 31,7% menjadi 32,0% dan Laba Periode Berjalan sejumlah Rp351,3 milyar terjadi penurunan bila dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini disebabkan penurunan
Pendapatan Keuangan sebagai dampak dari penurunan suku bunga yang berlangsung sejak
tahun lalu.

“Penguatan Neraca Keuangan yang berlanjut dengan total Kas dan Setara Kas sebesar
Rp7,9 triliun. Namun tetap optimis pada pertumbuhan permintaan domestik lebih baik pada semester kedua,” kata Antonius.

Dikatakan, keseluruhan penjualan domestik (semen dan klinker) sebesar 4,1 juta ton pada Kuartal I 2021 meningkat 147ribu ton atau+3,7% dari Kuartal tahun lalu. Volume domestik hanya untuk produk semen tercatat di angka 3,9 juta ton lebih tinggi sebesar 51 ribu ton atau +1,3%.

Secara bersamaan tutur Antonius, permintaan pasar domestik nasional meningkat +2,2%. Sehingga pangsa pasar Perseroan terkoreksi – 20bps menjadi 25,9% di Kuartal 1 2021 dibandingkan periode tahun lalu sebesar 26,1%.

Antonius menjelaskan, volume penjualan Perseroan di luar pulau Jawa tumbuh +11,3% dari Kuartal 1 tahun lalu dan pangsa pasar meningkat +100 bps dari 15,1% menjadi 16,1%. Peningkatan ini kata Antonius, didukung beroperasinya Pabrik Tarjun dengan normal dan operasi dua terminal di Pulau Sumatera (Lampung dan Palembang) yang mendorong meningkatan pangsa
pasar +120bps dari 12,0% menjadi 13,2% di Sumatera.

Dijelaskan juga, selain Terminal Terapung di Konawe, Sulawesi Tenggara dipastikan pasokan semen lancar untuk proyek smelter. Secara keseluruhan pangsa pasar Indocement di pulau Sulawesi tumbuh +180bps dari 6,4% menjadi 8,2%.

Namun demikian, saat bersamaan terjadi penurunan pangsa pasar di pulau Jawa, disebabkan koreksi
sebesar -100bps dari 35,4% menjadi 34,4%. Hal ini kata Antonius disebabkan peningkatan
beberapa pemain non-emiten. Namun demikian, pendapatan Neto Perusahaan meningkat +2,2% menjadi Rp3.438,0 miliar dibandingkan Kuartal 1
tahun lalu sebesar Rp3.362,8 miliar.

Antonius menjelaskan, posisi neraca yang kuat-tanpa utang pada bank, Indocement siap menghadapi berbagai
tantangan di masa pemulihan ekonomi dengan situasi pandemi yang berlanjut. Termasuk kelebihan pasokan kapasitas industri semen dan siap berpartisipasi dalam opsi konsolidasi industri
semen di masa mendatang.

Antonius optimis pertumbuhan pasar pada Semester Ke 2
Seiring pemulihan ekonomi, permintaan semen domestik nasional telah mengalami
pertumbuhan positif sejak bulan Februari 2021 dan cenderung menguat dibulan Maret lalu.

“Kami optimis pertumbuhan positif akan terus berlanjut di tahun 2021 ini. Kami memprediksi kenaikan permintaan semen domestik nasional sebesar +5% dari tahun 2020 terutama dari pertumbuhan semen curah disemester ke-2 yang disebabkan nilai budget infrastruktur tahun 2021 kembali berada pada kisaran sebelum masa
pandemik Covid-19,” tegas Antonius. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here