Perumusan Peraturan Nagari dalam Konteks Naskah Akademik

SumaterPost – Pemerintahan nagari sebagai pemerintahan terendah dalam negara merupakan ujung tombak dari pelaksanaan pemerintahan di Indonesia. Pemerintahan nagari merupakan pemerintahan yang terdekat dengan masyarakat, sehingga pemerintahan nagari seharusnya lebih peka terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi masyarakat. Salah satu upaya dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat ini, pemerintah nagari bisa mengatasinya dengan membuat peraturan atau kebijakan. Aturan atau kebijakan ini biasa disebut dengan peraturan nagari (Pernag). Perumusan Pernag ini perlu adanya kemampuan yang mumpuni dari para aktor pembuat peraturan, biasanya melibatkan wali nagari, perangkat nagari, BAMUS atau BPRN, KAN dan lembaga lainnya.

Salah satu upaya agar dapat menghasilkan pernag yang baik adalah dengan membuat sebuah pedoman berupa Naskah Akademik. Apabila pemerintahan nagari tidak paham dalam pembuatan naskah akademik, tentunya ini akan menjadi sebuah kendala dalam membuat peraturan nagari. Ini menjadi sorotan karena Naskah Akademik merupakan salah satu langkah penting dalam perumusan pernag. Seperti yang dialami oleh nagari Tabat Patah dan Nagari Situmbuk di Kecamatan Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar, berdasarkan hasil penelitian Artha Dini Akmal, dkk terkait perumusan peraturan nagari di nagari tersebut.

TIM Pengabdian kepada Masyarakat UNP memberikan pelatihan kepada para aktor terkait dalam perumusan pernag ini. PKM ini dilakukan di kedua nagari pada tempat dan waktu yang berbeda, yaitu nagari Tabat Patah yang dilaksanakan pada 30 Agustus 2019, dan Nagari Situmbuk yang dilaksanakan pada tanggal 11 September 2019.

Kegiatan PKM ini diikuti oleh peserta yang terdiri dari walinagari, perangkat nagari, pengurus BPRN, pengurus KAN dan lembaga unsur lainnya. Selama kegiatan berlangsung terlihat ketertarikan peserta terhadap materi yang disampaikan. Berdasarkan diskusi yang berlangsung, terlihat antusias yang sangat tinggi dari peserta yang mengikuti kegiatan, bahkan ada yang menyatakan baru pertama kali mendapatkan pelatihan terkait pembuatan Naskah Akademik ini. Kegiatan ini diawali dengan pemberian materi oleh nara sumber dan dilanjutkan dengan kegiatan diskusi dan simulasi pembuatan Naskah Akademik dengan berpedoman kepada rancangan peraturan yang sudah ada pada pemerintahan Nagari. Output dari kegiatan PKM ini, diharapkan para aktor pembuat pernag dapat lebih memahami cara pembuatan pernag, sehingga masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat nagari bisa terselesaikan dengan baik.

PKM ini dilaksanakan oleh Tim PKM Jurusan Ilmu Administrasi Negara UNP yang terdiri dari Artha Dini Akmal, S.Ap., MPA selaku ketua Pengabdian Masyarakat dan Pratiwi Nurhabibi, S.Sos, M.Si sebagai korrdinator acara. Selain itu, juga mendatangkan fasilitator dari jurusan Ilmu Administrasi Negara UNP yang terdiri dari Dr.Hasbullah Malau, S.IP., M.Si, Riski Syafril, S.Hi, M.Si dan Yulia Hanoselina, S.I.P., M.A.P.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here