Pesan Pelukis Kaki dari Salatiga Sabar Subadri

Sabar Subadri menyerahkan potongan tumpeng penanda MFPA Day kepada Foundanging Roemah D Noviana Dibyantari

SumateraPost, Salatiga – Gelaran peringatan Hari Internasional Mouth and Foot Painting Artists (MFPA) yang diinisiasi Galeri Sabar Subadri “Saung Kelir Salatiga berlangsung meriah dan sukses.

Helat yang didedikasikan untuk peringatan wafatnya founding father MFPA Professor Arnulf Erich Stegmann asal jerman ini ditaja di Galeri Sabar Subadri, Readingcafe “Saung Kelir”, Jalan Merak, Kasemen , Salatiga, Sabtu, (5/9) lalu

Talk Show MFPA Day, Maria Magdalena mengulik tentang AMFPA dari pelukis kaki Sabar Subadri dari Salatiga

Acara yang berlangsung di studio sekaligus galeri milik pelukis kaki Sabar Subadri ini dikemas dalam bentuk talk show sekaligus disiarkan langsung live streaming) via akun Facebook Galera Sabar Subadri. Langkah ini diambil agar yang jauh-jauh tinggalnya yang terhambat pandemi bisa sama-sama memperingati event ini. “Langkah ini juga untuk menyiasati karena kondisi pandemi Covid -19, Kami hanya mengundang sedikit undangan, antara lain, kawan-kawan dari Roemah Difabel (RD) Semarang dan sahabat sekitaran Salatiga,” ujar Sabar Subadri dalam bincang-bincang sebelum hajat digelar.

Sahabat Difabel ditantang oleh Sabar Subadri menggambar kelinci dengan kaki

Kehadiran sahabat-sahabat dari Roemah Difabel (Roemah D) Semarang yang dikomandani inisiator dan pendiri Roemah D ini, menarik perhatian aktivis pendidikan dini yang juga pengelola Hope Kids Salatiga Maria Magdalena yang berkunjung ke Saung Kelir. Apalagi setelah diketahui kehadiran sahabat difabel ini atas undangan owner Galeri Sabar Subadri untuk bersama-sama memarakkan MFPA Day. Maria, begitu panggilan, karib pegiat pendidikan dari Home Kids ini, kemuadian bercengkerama dengan Sabar Subadri yang menginginisiasi gelaran MFPA Day di Salatiga ini. Di gelara talk show ini.

Pelukis Kaki asal Salatiga Sabar Subadri membeberkan , peringatan MFPA Day ini dimaksudkan untuk memperingati wafatnya pendiri MFPA Professor Arnulf Erich Stegmann asal jerman. Sabar Subari menambahkan kegiatan ini juga digelar secara serentak di seluruh dunia oleh para anggota AMFPA.

Menurut Sabar Subadri yang pernah berpameran di Singapura, Taiwan, Wina dan Barcelona ini, acara ini dimaksudkan juga untuk berbagi, kalau ingin ada sahabat lainnya yang ingin jadi anggota AMFPA, tentunya dengan memenuhi kriteria dan persyaratan yang ditentukan. “Semuanya tentu butuh proses , kemauan dan kerja keras. Di Indonesia hingga saat ini baru ada 9 orang anggota AMFPA. Di dunia sekitar 100 orang,” ujar pelukis kaki yang sudah banyak menerima penghargaan, antara lain; SCTV Award.

Us ai bincang-bincang membedah tentang seluk beluk Association of Mouth and Foot Painting Artists (AMFPA) dari Sabar Subadri dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng penanda peringatan sekaligus syukuran. Tuan rumah Sabar Subadri disaksikan para tamu undangan memotong tumpeng kemudian diserahkan kepada Noviana Dibyantari dari Roemah D, Semarang.

Founder Roemah D Noviana Dibyantari dalam sambutannya, mengatakan, sangat mengapresiasi kegiaatan MFPA Day yang diinisiasi pak Sabar Subadri dari Saung Kelir. “Kegiatan ini sangat menginpirasi dan perlu diketahui banyak orang. Tahun depan acara ini saya boyong ke Semarang, Roemah D siap yang menyelenggarakan MFPA Day 2021,” ujar bunda Novi panggilan karib Noviana Dibyantari

Selanjutnya tampil balerina cilik Agela Flowerensia Kurnia Putri dengan tarian bertajuk: When You Believe. Tarian berdurasi empat menit yang ditarikan oleh siswa kelas 5 SDN Dukuh 01 Salatiga berhasil memukau audiens.

Tari When You Believe mengisahkan tentang semangat dan harapan, selalu akan ada keajaiban kalau kita percaya, kita dapat melakukan sesuatu, bahkan yang sulit sekali pun, asakan kita percaya.

Diharapkan melalui tarian dan isi lagu yang menggugah ini teladan pelukis kaki dan mulut, bisa menjadi inspirasi dan menyemangati agar setiap orang berjuang dan melakukan sesuatu.

Tantangan Melukis dengan Kaki

Gelaran berikutnya pelukis kaki Sabar Subadri membuat tantangan (challange) pada sahabat-sahabat Roemah D melukis dengan kaki. Belasan orang yang tak difabel pun ambil bagian meladeni tantangan Sabar Subadri. Pelukis kaki yang sudah berkali-kali ini menantang para sahabat D untuk melukis kelinci. Dengan semangat dan penuh perjuangan para sahabat D mencoba melukis seekor kelinci di selembar kertas yang disediakan.

Pada waktu yang sudah ditentukan semua peserta berhenti melukis. Gilaran Sabar Subadri penantang sekaligus juri menilai lukisan para sahabat D dan berhasil memilih karya Uta, Yaya dan Kustiana yang mendapatkan hadiah yang disediakannya.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan silaturahmi dan kembul bujono menikmati nasdi tumpeng dengan ubo rampe –nya. Para sahabat dari Roemah D Ariel, Trias Saputra, Yaya, Kiki diiringi Husaein dengan keyboarnya bernyanyi gantian menghibur audies.

Gelaran acara ini makin gayeng ketika juga disuguhi kopi Temanggung asli produksi Mulai Coffe yang diracik barista dari negeri tembakau Sarwadi dan krunya yag langsung datang dari Muncar, Gemawang, Temanggung. (Christian Saputro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here