Pesan Pengamat, Walikota Jangan Salah Pilih Kandidat Sekdakot

SumateraPost, Bogor – Mengerucutnya calon pengganti Sekdakot Bogor Ade Sarip Hidayat, karena masuk masa pensiun Oktober mendatang. Panitia Seleksi (Pansel) mencuat tiga kandidat, diantaranya Firdaus, Hanafi dan Syarifah Sofiah Dwikorawati.

Berbagai spekulan bermunculan dan saling mengelus elus jagoan masing masing. Ketiga kandidat memiliki kelebihan dan kekurangan dan patut disikapi secara Arief dan cermat oleh Walikota dan wakil sebagai User.

Pengamat Kebijakan Publik Nasirudin Aria Wiratanudatar, mengatakan, ketiga kandidat dinilai cukup bagus, hanya saja kepala daerah dalam memilah dan memilih harus jeli dalam menentukan sikap. Hatus benar benar diuji kemampuannya dalam menentukan kebijakan, siapa yang terbaik.

“Karena Sekdakot, merupakan figur dan harus bekerjasama dengan berbagai lini. Bila perlu kepala daerah melakukan uji kelayakan dan mendengar pendapat dari berbagai pihak, untuk menentukan sikap terbaik,” kata Nasirudin di Loby hotel Salak usai Sholat Jumat (18/9/2020)

Menurutnya, jangan sampai terjadi salah pilih dan akan membebani dan menggangu kinerja Walikota dan Wakil. Karena jabatan sekda jauh sekali dengan pola kerja dengan kepala dinas.

Dia menjelaskan, seorang Sekda harus mampu mengkondisikan Kota Bogor. Artinya figur yang dipilih dekat dengan Pers, Ormas dan berbagai kelompok masyarakat. “Salah salah akan merugikan kepala daerah dan membebaninya,” ungkapnya.

Namun saat didesak Nasirudin, menjelaskan figur yang paling cocok untuk saat ini, Firdaus tapi bukan berarti mengecilkan kandidat lain. Tapi pada prinsifnya semua ada dikantong Walikota dan wakil. “Hanya saja dia berpesan jangan salah pilih,” katanya

Diketahui, ketiga kandidat itu, Firdaus sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor, Hanafi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor dan Syarifah Sofiah Dwikorawati menjabat Kepala Badan Pengelolaan keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor.

Ketua Pansel Aba Subagja mengatakan, tahapan seleksi berlangsung transparan dan kompetitif. “Saya kira ini satu mekanisme yang dijalankan sesuai peraturan perundang-undangan,” kata Aba.

Hasil seleksi yang diserahkan kepada walikota, sebetulnya sudah tidak ada lagi persoalan. “Nanti pertimbangan tertentu, Pak Wali dan pak wakil yang akan memilih satu dari tiga,” jelasnya.(Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here