Pesawaran Tingkatkan Kapasitas PPL & SL Pada Workshop

Sumaterapost.co | Pesawaran – Guna meningkatkan kapasitas para penyuluh pertanian dan staf lapangan, DPIU Kabupaten Pesawaran melaksanakan kegiatan workshop pada 24-25 Maret di UPT Way Khilau, Kabupaten Pesawaran.

Menurut Sahono, SPKP, Kepala Jabatan Fungsional (KJF) Dinas Pertanian, kegiatan ini salah satu upaya meningkatkan kemampuan para penyuluh dan staf lapangan dalam memahami kegatan pertanian, baik secara teknis maupun berbagi pengetahuan, khususnya di daerah irigasi IPDMIP di Kabupaten Pesawaran. “Saya mengharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas para penyuluh dn staf lapangan, dalam meningkatkan produktivitas para petani,” ujar Sahono.

Senada dengan Sahono, Windy Arima Yogaswari, selaku ketua panitia kegiatan, mengatakan kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini, mudah-mudahan para penyuluh dan staf lapangan dapat memahami teknis dan strategi pertanian yang baik dan dapat mengantisipasi kendala di lapangan. “Saya akui waktu dua hari itu tidak cukup bagi para penyuluh dan staf lapangan langsung bsia menyerap pengetahuan, tetapi setidaknya mereka bisa berbagi pengetahuan antar penyuluh, dan memhami materi dari yang disampaikan para narasumber,” ujarnya.

Koordinator IPDMIP Kabupaten Pesawaran, Ali Rukman mengatakan, para peserta diberikan materi sesuai kebutuhan di lapangan, dari masalah penggunaan pupuk, strategi meningkatkan produksi, pengendalian hama dan media komunikasi. “Yang terpenting dalam kegiatan ini, kami memberikan materi teknik cara menulis berita, sebab sebaik apa pun yang dilakukan petani hingga prouksinya naik, tanpa ada pemberitaan tidak ada proses pembelajaran bagi yang lain. Maka, media ini salah satu cara bagi kami agar bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman melalui komunikas yang ditulis baik secara online maupun offline,” kata Ali.

Ali melanjutkan penguatan sektor pertanian melalui program peningkatan produktivitas pada IPDMIP perlu dilakukan di mana salah satunya berhubungan dengan peran penyuluh pertanian. “Selain itu, tujuan dari workshop ini untuk mengukur kinerja penyuluh pertanian dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian di Pesawaran,” ujarnya. 

Pendekatan workshop ini, kata dia, menggunakan metode diskusi kelompok dengan pendekatan deskriptif, analitik dan korelasional. “Strategi Kebijakan penyuluhan yang tepat untuk meningkatkan produktivitas pertanian adalah meningkatkan program-program terkait kelembagaan, kuantitas dan kualitas penyuluh serta perbaikan kelembagaan kelompok tani. Saya berharap kegiatan ini dapat meningkatkan mutu penyuluhan pertanian, sasaran dari tujuan tersebut adalah peningkatan kualitas dan kuantitas penyuluh melalui pendidikan dan pelatihan, serta pemberdayaan kelompok tani,” tuturnya.

(Andoyo)