Pesona “Unboxing Ballet”, Persembahan The Junior Company

0

SumateraPost, Semarang – Penampilan The Junior Company of The Dutch National Ballet di Gedung Radjawali Semarang Cultural Center, Jalan Piere Tendean No.32, Semarang, Selasa, (28/1) malam memukau. Perfomance hall berkapasitas 279 seat full, bahkan ada beberapa orang yang rela duduk dikursi tambahan demi menyaksikan pergelaran ciamik grup ballet remaja yang bermarkas di negeri kincir angin. Sesuai jadwal tepat pukul 19.30 WIB, acara dimulai dengan sekapur sirih dari Ketua Yayasan Budaya Widya Mitra Widjajanti Dharmowijono, disusul sambutan dari Direktur Erasmus Huis Yolande Melsert, kemudian dilanjutkan pengantar pertunjukan dari Ernst Meisner selaku Artistic Coordinator The Junior Company of the Dutch National Ballet.

Ernst Meisner dalam pers conference sebelumnya, memaparkan, Junior Company telah menjadi bagian tersendiri di cakrawala seni teater Belanda. Sementara Dutch National Ballet adalah sebuah ballet company internasional dengan beberapa penari papan atas yang berasal dari lebih dari 25 negara termasuk Jepang dan Tiongkok.

“Unboxing Ballet”, yang menyuguhkan kreasi koreografer Ernst Meisner, George Balanchine, Eric Gautier dan Charlotte Edmonds, pasti akan memukau penggemar tari balet maupun penonton pemula.

Repertoar “Unboxing Ballet”, ini menggabungkan tiga pilar dari repertoar Dutch National Ballet: tradisi balet abad kesembilan belas yang populer dan klasik, “highlight” balet abad kedua puluh, dan kreasi menarik dari para koreografer yang sedang merintis karya baru di seluruh dunia.

Ratusan orang penonton yang menyesaki perfomance hall ini menanti dengan sensasi dan penampilan tarian 12 remaja lintas bangsa ini. Pementasan ballet kaliber internasional yang mengusung tajuk: “Unboxing Ballet”, A vibrant evening of dance ini dibuka dengan repertoar Valse Fantaise karya George Balanchine yang pertama kali dipentaskan New York City Ballet, New York pada tahun 1967.

Tarian berdurasi 9 menit ini dipentaskan pertama kali oleh The Junior Company of Ducth National Ballet di RSCC, Semarang. Tarian-tarian lincah dan indah dalam iringan yang melankolis berhasil menyihir penonton. Gedung yang penuh namun senyap dengan decak kagum yang tertahan. Ketika repertoar berakhir meledaklah riuh tepuk tangan memberi juga standing applouse.

Tanpa jeda menyusul repertoar kedua Embers karya Ernst Meisner. Embers ini dipentaskan pertamakali oleh The Junior Company of Ducth National pada 2 November 2013 di Hermitage, Amsterdam,. Karya ini merupakan salah satu yang menorehkan lembaran sukses dan sebuah karya khusus untuk Junior Company. Tarian yang begitu rancak dalam balutan harmoni irama musik. Tarian berdurasi sekira 4 menitan ini begitu lekas usai hanya menyisakan pukau dan pesona. Di antara sihir yang masih melekat meluncurlah gempita tepuk tangan.

Pesona belum mnguar muncul repertoar Ballet 101 karya Eric Gauther . Repertoar Ballet 101 pertama dipentaskan The Junior Company of Ducth National Ballet 24 November 2013 di Stadsschorburg, Amsterdam. Meski Ballet 101 ini hanya ditarikan seorang penari pria ini tetapi sangat menarik. Di samping indah ketika mengekplor gerakan-gerakan terkadang juga mengundang senyum bahkan tawa. Sebuah sajian repertoar yang berhasil menyajikan pertunjukan komedi ballet, sekaligus juga menyajikan gerakan-gerakan tarian yang sulit dan menantang. Sepanjang pementasan penonton merasa terhibur dengan joke-joke gesture yang menarik sekaligus mengundang tawa. Tak terasa pertunjukan berdurasi sekira 8 menit segera berlalu.

Menyusul selanjutnya, repertoar ke empat mengusung tajuk: “Fuse”. Karya Charlotte Edmonds yang ditarikan, dua pria dan satu wanita ini pertama disajikan The Junior Company of Ducth National 13 February 2016 di De Meeraart, Amsterdam. The Ballet Fuse ini dalam iringan musik komposer Arman Amar dari soundtrack of the documentary “Human” (2015). Sajian ini sangat kontras, yang pertama sangat ritmes l dan yang kedua sensitif. Repertoar ini sangat indah antara tarian dan musiknya ngeblend.

Repertoar pamungkas kembali menyuguhkan koreografi Ernst Meisner bertajuk : “No Time Before Time”. Tetapi sebelum digelar Erns Meisner kembali naik panggung. Karya kordinator artistik The Junior Company Ernst Meisner ini pertama kali dipentaskan 6 February 2016 di Theater de Beaulieau, Prix de Laussane. Pada pemuncak pergelaran ini 12 orang penari, yang terdiri dari 6 penari wanita dan 6 penari pria dalam iringan musik karya Alexander Balenescu yang ernergik membuat komposisi yang indah. Panggung seluas sekira 80 meteran terasa begitu penuh dengan gerakan-gerakan indah yang berlintasan penaka waktu yang bergegas The ballet “No Time Before Time” menyudahi pertunjukan malam itu. Riuh tepuk tangan terus membahana tanpa jeda. Tak terasa sekira 40 menitan, lima repertoar yang dibungkus “Unboxing Ballet”, A vibrant evening of dance berakhir. Tak ada pesta tanpa akhir. Tak ada pertunjukan yang tak usai. Dank je, The Junior of The Dutch National Ballet. Tot ziens!

Teks dan Foto : Christian Heru Cahyo Saputro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here