Pilkada Pesawaran Diwarnai Aksi Saling Lapor Atas Dugaan Pelanggaran

Pesawaranm Sumaterapost – Proses Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pesawaran diwarnai aksi saling lapor atas dugaan pelanggaran yang dilakukan Pasangan Calon (Paslon).

Diketahui sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pesawaran memberikan sanksi kepada Pasangan Calon (Paslon) 01 M Nasir- Naldi Rinara atas pelanggaran mobilisasi massa yang mengabaikan protokol kesehatan.

Setelah menjatuhkan sanksi, kini Bawaslu juga sedang melakukan pemeriksaan terhadap M Nasir atas dugaan politik uang pada Senin (19-10/2020) siang.

Selain itu, Mualim Taher salah satu tokoh masyarakat setempat melaporkan Paslon Nomor Urut 02 atas dugaan politik uang yang dilakukan pada 25 September 2020.

“Saya secara pribadi melaporkan atas dugaan politik uang yang dilakukan Paslon 02, Dendi – Marzuki,” kata Mualim saat ditemui di sekretariat Bawaslu setempat, Senin (19-10-2020).

Teranyar, Mualim Taher salah satu tokoh masyarakat setempat melaporkan Paslon Nomor Urut 02 atas dugaan politik uang yang dilakukan pada 25 September

Ia menyebut dugaan itu terjadi saat Calon Petahana Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona memberikan sejumlah bantuan uang hibah senilai Rp250 juta kepada Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) serta Rp50 juta uang pribadi guna pembangunan kantor Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten setempat pada 25 September lalu.

Ia juga berharap Bawaslu dapat menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak kepada paslon tertentu dalam gelaran Pilkada Desember mendatang. “Harapan saya Bawaslu bekerja tegak lurus demi tercipta Pemilu yang jujur dan adil,” katanya.

Sementara, Ketua Bawaslu belum memberikan tanggapan atas pelaporan tersebut., (Muhajirin)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here