Pimpinan dan Anggota DPRK Atim, Kunjugi Dapur Kongseng

SumateraPost.co, Aceh Timur – Pimpinan dan sejumlah anggota DPRK Aceh Timur lintas Komisi pada Senin, ( 24 Februari 2020) melakukan kunjungan Ke Kecamatan Rantau Selamat Aceh Timur, agenda kunjungan para wakil rakyat tersebut adalah meninjau langsung dan melihat kondisi dilapangan terkait permasalahan warga beberapa Desa yang memiliki problem  terkait mata pencarian keseharian yakni menggali dan mengolah hasil hutan bakau, yang beberapa waktu lalu mendapat kendala yang cukup serius.

Tidak dibenarkanya oleh aturan pemerintah bahwa menebang dan mengolah kayu bakau tanpa ijin, sehingga membuat masyarakat merasa kehilangan dalam mencari nafkah yang keseharianya berjibakul di kawasan bakau, bukan hanya itu saja, bahkan baru – baru ini ada warga yang di proses hukum oleh pihak aparat karena telah melakukan pelanggaran Hukum kehutanan.

Aksi demo masyarakat ke DPRK pun tak terhindar, dan duduk permasalahanya mencuat bahwa ada warga yang di tindak secara hukum, selanjutnya diadakanya pertemuan beberapa pihak terkait dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur di Aula B. Sekretariat DPRK beberapa waktu lalu.

Jadi dalam rangka menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang berkembang, pihak lembaga Dewan mengunjungi lokasi dan melakukan pertemuan dengan perwakilan masyrakat dan muspika termasuk instansi terkait. Membahas dan mecari solusi terbaik, karena problema permasalahan Kawasan Pesisir Hutan Bakau yg ada di Dua Kecamatan, Rantau Selamat dan Kecamatan Bireum Bayeun Kabupaten Aceh Timur, sudah menjadi masalah yang pengelolaanya perlu jalan keluarnya.

Tgk, M.Adam, S.Sos,i, Wakil Ketua Il DPRK Aceh Timur Fraksi Nasdem, yang juga turut hadir, M. Nur, S,Pd,i.Wakil ketua I, dari fraksi Grindra, meyebutkan, hari kami ini kami menindaklanjuti hasil pertemuan yang lalu terkait dan menyahuti asprasi masyarakat yang berkembang, yang pada pertemuan sebelumnya menyangkut permasalahan  Hutan bakau tujuanya agar mengurangi beban permasalahan ditengah – tengah masyarakat terkait problem yang ada, jadi DPRK sebagai Lembaga Dewan adalah bertugas secara bersama sama untuk di bahas dan mencari solusi terbaik terhadap kelangsungan dan kesejahteraan hidup para warga.

Rapat dibuka oleh Camat RT. Selamat, Rudy Saputra, S.STP, MAP, di dampingi Danramil, Kapten Inf, Sukamto, dan wakil polsek, IPDA Rusdianto.dan perwakilan Polres Langsa, di hadiri Intelkam Kanit I, IPDA Denny Abdilah, dari KPH III Langsa turut hadir, Agus Irawan.

Setelah pembahasan berlangsung, yang turut juga hadir, Dinas Lingkungan Hidup Aceh Timur, Dispridagkop, UKM, Dinas Indutri, Trasmigrasi, para Keuchik, dan Masyarakat,  bahwa mengutip Keterangan dari pihak KPH III Aceh, dalam pertemuan itu, diharap kepada masyarakat untuk membuat kelompok Legal yakni Hutan Kelompok Masyarakat, jadi itu merupakan dukungan bagi masyarakat dalam mengelola hutan bakau dan hutan produksi lainya untuk industri.

Diantara anggota DPRK lintas Komisi yang turut hadir, Fattah Fikri, Ketua komisi A, (PA), Mariana Ketua komisi D (PA), Edi Darmansyah, SH, Ketua Komisi E ( Grindra), Irwada M. Hamzah (PA), Yahya Bokaye ( PA), Salman, ( PDA), Suyanto, (Nasdem), Elma Zalmi,( Demokrat).

Pada kesempatan itu, Fattah Fikri Ketua Komisi A, DPRK Aceh Timur Fraksi PA, dalam Pertemuan dengan tegas meminta kepada KPH III agar tidak mengeluarkan  ijin kawasan sesuka sukanya, mengeluarkan ijin dengan tanpa berkordinasi dengan pihak Pemerintah Aceh Timur, masyarakat, termasuk DPRK.

Selanjutnya meminta kepada KPH III Aceh agar mencabut ijin Pengelolaan Hutan Bakau oleh Koperasi  Bina Mupakat yg berdomisili di luar Kabupaten Aceh Timur di cabut dan hentikan aktifitasnya, “Tegas Fattah Fikri.

Harapan selanjutnya kami berharap dalam sementara waktu sebelum ijin terbit secara administrasi agar mohon dapat di muluskan usaha masyarakat terkait hutan bakau sehingga mata pencarian masyarakat dapat terus dilakukan untuk kehidupan keseharian “, Kata Fattah Fikri.

Setelah rapat membahas solusi permasalahan pengolahan industri hutan bakau, pimpinan dan sejumlah anggota DPRK dan Muspika Kecamatan Rantau Selamat langsung bergegas melihat ke lokasi pengolahan kayu arang yakni Dapur Kongseng yang berada di Gampong Bayeun Rantau Selamat, tepatnya di pinggiran Jalan Medan – Banda Aceh.(TB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here