Pimpinan Ponpes Bahrul Ulum Menyayangkan Santrinya Dijadikan Isu Politik

SumateraPost.co, MURATARA – Terkait dua orang anak santri diterlantar yang Viral di media sosial aplikasi Facebook, pihak pondok pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum desa Rantau Jaya kecamatan Karang Jaya, kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), mengatakan hal itu tidak benar.

Hj. Sumiatun Rifan istri pengasuh pondok pesantren Bahrul Ulum mengatakankan, tentang adanya santri dan santriwati berinisial AS (15) laki-laki dan PK (13) perempuan yang ditelantarkan pihak pesantren Bahrul Ulum dan juga tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah kabupaten Muratara.

“Isu yang dihembuskan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, mereka mengatakan anak ini ditelantarkan pihak pesantren. Hal itu tidak benar,” kata Hj. Sumiatun Rifan, jumat (13/11/2020).

Menepis isu yang viral di media sosial, Hj. Sumiatun Rifan menjelaskan, saat ini AS sudah mendapatkan bantuan dari kementerian sosial kartu PKH, bisa membantu kebutuhan makan dan sekolahnya.

Untuk PK masih diusulkan ke dinas sosial kabupaten Muratara supaya dirinya juga mendapatkan kartu tersebut.

“Saat ini mereka berdua masih bersekolah separti biasa, juga mendapatkan perhatian yang sama dangan santri dan santriwati lainnya,” ujarnya.

“Mereka berdua juga mendapatkan bantuan dana BOS dari pemerintah kabupaten melalui dinas pendidikan kabupaten Muratara, untuk yang SMA mendapatkan bantuan dari provinsi Sumatera Selatan,” jelasnya.

“AS dan PK seringkali mendapatkan bantuan dari hamba Allah yang ingin berbagi, dikarenakan mereka berdua anak yatim,” Tutup Hj. Sumiatun Rifan.

Sementara itu, KH H. Rif’an Pimpinan pondok pesantren Bahrul Ulum sangat menyenangkan ada oknum yang tidak bertanggung jawab menyebar luas isu di media sosial aplikasi fecebook dan menjadikannya ini proyek atau alat politik.

“Karena kami di pesantren dididik. Sekarang saya menjadi pendidik, jadi kami sudah menjiwai betul jiwa pesantren, walaupun tidak ada AS dan PK. Kami masih seperti ini, tetaplah menjadi pendidik,” katanya.

Dalam kesempatan ini KH H. Rif’an juga berpesan, kalau tidak bisa membantu anak tersebut, janganlah menyebarkan fitnah.

“Karena perensip kami persantren bila ada yang meminta pertolongan, bila itu kami mampu untuk menolong, jadi harus kami bantu,” Ucapnya.
(Rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here