sumaterapost.co, Pesawaran — Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melaksanakan kegiatan penyuluhan dan diskusi mendalam mengenai budidaya tanaman kakao bersama Kelompok Tani Bima Sakti di Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Kegiatan ini bertujuan memberikan solusi atas permasalahan rendahnya produktivitas kakao rakyat akibat dominasi tanaman berumur tua dan pengelolaan kebun yang belum optimal.

Diskusi difokuskan pada pencarian solusi praktis dalam aspek penanaman, pemangkasan, dan pemupukan tanaman kakao yang dapat diterapkan oleh petani sesuai dengan kondisi kebun masing-masing. Polinela menghadirkan pendekatan berbasis dialog dua arah, sehingga petani dapat menyampaikan permasalahan nyata yang dihadapi di lapangan dan memperoleh rekomendasi teknis yang tepat sasaran.
Solusi utama yang dibahas adalah peremajaan tanaman kakao melalui teknik sambung samping (side grafting) menggunakan entres kakao unggul. Melalui diskusi ini, petani memperoleh pemahaman bahwa peremajaan tanaman kakao tua dapat dilakukan tanpa pembongkaran kebun, sehingga tetap menjaga kesinambungan produksi dan lebih efisien dari sisi biaya.
Ketua Program Studi Produksi dan Manajemen Industri Perkebunan Polinela, Sri Nurmayanti, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa diskusi mendalam menjadi metode efektif untuk menjawab kebutuhan petani.
“Melalui diskusi langsung dengan petani, kami dapat memahami kondisi kebun kakao yang sebenarnya dan menawarkan solusi teknis yang realistis, terutama terkait peremajaan tanaman tua, pemangkasan, dan pemupukan berimbang,” ujarnya.
Selain peremajaan tanaman, solusi lain yang dibahas adalah pemangkasan tanaman kakao secara terencana untuk memperbaiki struktur tajuk, meningkatkan masuknya cahaya matahari, serta memperbaiki sirkulasi udara di sekitar tanaman. Petani juga mendapatkan pemahaman mengenai pemupukan berimbang sesuai fase pertumbuhan tanaman, meliputi penggunaan pupuk kompos organik, pupuk SP-36 pada fase vegetatif awal, serta pupuk bio NPK cair dan pupuk NPK khusus kakao pada fase generatif.
Diskusi juga mencakup pengelolaan kebun pendukung, seperti pengendalian gulma melalui metode mekanis/manual, penggunaan mulsa, serta herbisida secara tepat, sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan unsur hara bagi tanaman kakao.
Program ini diinisiasi oleh Tim Pengabdian dari Program Studi Produksi dan Manajemen Industri Perkebunan yang diketuai oleh Sri Nurmayanti, S.P., M.Si. bersama anggota, yang terdiri dari: Ir. Dewi Riniati, M.P., Ir. Bambang Utoyo, M.P., Resti Puspa Kartika Sari, S.P., M.Si., Tika Leoni Putri, S.P., M.Si., Ir. Anggia Fanesa, S.P., M.Tr.P., Siti Herdianti Elza, S.P., M.Si., serta didukung oleh Pranata Laboratorium Pendidikan terdiri dari Suhardi dan Toniyawan Herdiyansyah, S.P.

Ketua Kelompok Tani Bima Sakti, Ari Widi Astono, menyampaikan bahwa kegiatan diskusi tersebut sangat bermanfaat bagi petani.
“Diskusi ini membuka wawasan kami tentang solusi yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kebun kakao, terutama tanaman yang sudah tua. Penjelasannya jelas dan sesuai dengan kondisi di lapangan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan penyuluhan dan diskusi mendalam ini, Polinela diharapkan dapat terus berkontribusi dalam memberikan solusi ilmiah dan aplikatif bagi pengembangan kakao rakyat, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat tani.



