Polisi Ringkus Empat Bos Gurandil di Gunung Pongkor

0

SumateraPost, Bogor– Tim gabungan Polres Bogor, bersama Kodim 0621 dan Denpom Bogor. Berhasil meringkus 4 bos penambangan emas ilegal, dilokasi berbeda di Gunung Pongkor. Polisi mengamankan Bos pemilik pengolahan emas berinisial IS (26), OM (28) dan YA (25) dan big bos berinisial IR (42).

Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni menjelaskan, tim gabungan menggerebek 3 lokasi pengolahan emas dan 1 lubang galian penambang emas ilegal alias gurandil. Petugas juga tidak menangkap para pekerja alias gurandil tersebut.

“Tempat pengolahan dengan lokasi penambangan emas ilegal berada diatas gunung. Tak kurang 4 jam perjalanan ditempuh dengan jalan kaki yang licin dan turun naik yang curam,” kata AKBP Muhammad Joni dalam keterangan pers di Mapolres Bogor, Kamis (6/2/2020).

Menurut Joni, upaya petugas untuk mengungkap penambangan emas ilegal, setelah banyaknya pengaduan masyarakat. Petugas Berhasil menangkap 3 bos pemilik pengolahan emas berinisial IS (26), OM (28) dan YA (25).

Namun setelah dikembangkan, petugas menangkap big bos atau bos dari ketiga pemilik pengolahan emas ilegal berinisial IR (42) dilokasi Berbeda.

“Dari 3 pelaku hasil pengembangan, 1 pelaku juga kita amankan yaitu bos dari 3 pengolahan tersebut,” kata AKBP Muhammad Joni.

Petugas gabungan berhasil mengamankan barang bukti berupa 130 karung berisi batuan mengandung emas, 89 alat pengolahan emas, enam botol kimia mercuri bahan baku pengelohan.

“Barang bukti 130 karung berisi batuan mengandung emas, 89 alat pengolahan emas, enam botol zat kimia mercuri dan lainnya. Satu lubang Gurandil dan 3 pengolahan emas. Gurandil merusak lingkungan dan berdampak terjadinya longsor,” tegas Muhammad Joni.

Kasat Reskrim Polres Bogor Kabupaten, AKP Benny Cahyadi menjelaskan, untuk menuju lokasi lubang gurandil. 40 personil gabungan TNI dan Polri harus berjalan selama empat jam dari lokasi pengolahan emas di Desa Banyu Asih ke atas Gunung Sidamanik tepatnya Desa Sinar Asih, Cigudeg.

“Lokasi lubang gurandil berada di atas gunung dan jauh dari pemukiman warga. Agar efektif, selama melaksanakan operasi kami menginap dua hari di lokasi,” tutur Benny (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here