Polisi Tangkap Dua Gurandil, Penambang Emas Ilegal

SumateraPost, Bogor – Cegah kerusakan lingkungan semakin parah.Satuan Reserse Kriminal Polisi Resor (Satreskrim Polres) Bogor menangkap dua pelaku penambang emas ilegal alias gurandil.

Kedua gurandil ditangkap di Cigudeg, Kabupaten Bogor. Pemerintah sebut kerusakan lingkungan terus terjadi, salah satu penyebab banjir dan longsor di Kabupaten Bogor.

“Polisi menangkap 2 pelaku penambang liar di Desa Banyuresmi, Cigudeg pada Rabu (8/1) lalu, MAR (24) dan ATA (33), keduanya pengusaha tambang emas ilegal, memiliki lubang tambang dan tempat pengolahan emasnya tersendiri,” kata Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni Senin (13/1/2020).

Menurut Kapolres, pelaku mengolah bebatuan hasil tambang, menggunakan sianida atau air keras, untuk memisahkan bebatuan, diolah menjadi logam mulia. Hasil olahan mereka dijual pada pengepul. Para pengepul kemudian menjual pada toko-toko emas,” kata Polres Bogor.

Dijelaskan, Polisi telah menyegel 4 lubang tambang milik kedua pelaku. Keduanya, MAR dan ATA disebut Kapolres menghasilkan 100-150 karung perharinya berupa bebatuan logam mulia.

“Satu karung bebatuan besar, dibayar Rp 1-2 juta tergantung kandungan emas dalam bebatuan tersebut. Mereka bisa bekerja sampai 100 karung, tak kurang penghasilan mereka sekitar Rp 100-200 juta. Bila dihitung keuntungan mereka. Akibat usaha mereka, lingkungan menjadi rusak,” tegas Joni. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here