Polisi Tangkap Tersangka Pembunuh Pasutri di Binjai

SumateraPost, Binjai – Kasus pembunuhan sadis terhadap pasangan suami-istri yang jenazahnya ditemukan dalam parit di areal perkebunan tebu PTPN II, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Sumatera Utara, 22 Februari 2021 lalu, akhirnya terungkap.

Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai sukses menangkap pria berinisial S alias Sulis (25), warga Dusun IX, Desa Seimencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, tiga hari setelah penemuan jenazah pasangan suami-istri Sugianto (56) dan Astuti (59), warga Desa Seimencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang.

Pria yang berprofesi sebagai sopir truk tersebut ditangkap pada 27 Februari 2021 lalu, di Jalan Acces Road Inalum, Kecamatan Medangderas Kabupaten Batubara. Polisi terpaksa melumpuhkan tersangka S dengan tembakan pada kaki, karena melawan dan coba melarikan diri saat hendak ditangkap.

Selain menangkap S, polisi juga mengamankan pria berinisial AMS (36), warga Jalan Kawat III, Gang Padi, Tanjungmulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, selaku tersangka penadah sepeda motor Honda Vario milik korban, dan IP (18), warga Desa Seimencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, tidak lain tersangka perantara jual-beli sepeda motor korban.

Baca Juga :  GPEI Minta Penyesuaian Tarif Pelayanan Jasa Dibatalkan

Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo, dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (02/03/2021) pagi, mengatakan, kecurigaan awal terhadap tersangka S bermula dari temuan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sepedamotor Honda Vario korban yang tersimpan dalam dompetnya.

“Kebetulan pelaku dengan kedua korban saling mengenal. Sebab mereka masih tinggal dalam satu kampung,” ungkap Romadhoni, didampingi Kasat Reskrim, AKP Yayang Rizky Pratama, Kasubbag Humas, AKP Siswanto Ginting, dan Kanit I Pidum, Iptu Hotdiatur Purba.

Menurutnya, dari hasil penyelidikan Satreskrim Polres Binjai, motivasi tersangka S melakukan aksi kejahatan itu murni untuk menguasai harta benda milik kedua korban.

“Untuk modus operandi, awalnya tersangka S menghentikan laju sepeda motor yang dikendarai korban Sugianto dan istrinya Astuti, setelah terlebih dahulu membiarkan dua sepeda motor melintas. Lalu dia berpura-pura meminta tolong, dengan alasan truknya mendadak mogok,” terang Romadhoni.

Baca Juga :  Pemkab Sergai Sampaikan Usulan Kegiatan Pembangunan ke Anggota DPR RI

Namun ketika Sugianto memeriksa kondisi mesin truk, tiba-tiba tersangka S memukul pria parih baya itu dengan batangan baja hingga korban tewas tersungkur bersimbah darah.

Dari situ, tersangka S mendatangi istri Sugianto, yakni Astuti, dan melakukan aksi kekerasan serupa hingga perempuan malang itu ikut meninggal dunia di lokasi kejadian.

Usai melakukan aksi pembunuhan sadis tersebut, tersangka S selanjutnya peegi mengendarai truknya dan menitipkan kendaran tersebut di SPBU Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Sumberkarya, Kecamatan Binjai Timur.

Dari situ, tersangka S kembali ke perkebunan tebu sebelumnya dengan menumoang sepeda motpr warga setempat, lalu membuang jenazah kedua korban ke dalam parit perkebunan tebu, serta membawa lari sepeda motor, uang, dan barang belanjaan kedua korban.

Selang tiga hari setelah kasus tersebut ditangani Satreskrim Polres Binjai, tersangka S akhirnya ditangkap di Jalan Acces Road Inalum, Kecamatan Medangderas Kabupaten Batubara, berikut tersangka penadah dan perantara jual-beli sepeda motor milik korban, yakni AMS dan IP.

Baca Juga :  Aceh Sepakat Jangkau 4 Kabupaten Bagikan Sembako dan Bantuan Untuk Masjid

Pada operasi penangkapan itu, polisi turut mengamankan batangan baja, sepeda motor Honda Vario BK 6812 AFS milik korban, handphone, uang Rp 200 ribu, helm, sisa barang belanjaan korban berupa jengkol, dan truk Mistsubishi Coltdiesel Fuso BK 8366 UE.

“Diakui tersangka S, sepeda motor korban dijualnya seharga Rp 2,5 juta kepada tersangka AMS melalui perantaraan tersangka IP. Bahkan beberapa barang belanjaan korban ikut dijual kepada seorang warga seharga Rp 70 ribu,” ungkap Romadhoni.

Dalam hal ini, uang hasil kejahatan tersebut digunakan tersangka Suntuk membeli narkoba dan minuman keras, dan berfoya-foya.

“Terkait kasus ini, tersangka S selaku eksekutor pembunuhan terhadap kedua korban, kita jerat dengan Pasal 340 Sub 338 Sub 365 Kitab Undang-Undang dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun atau seumur hidup,” ungkap Romadhoni. (andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here