Polisi Ungkap Misteri, Pembuang Janin Perempuan Usia 6 Bulan

SumateraPost, Bogor – Polisi berhasil mengungkap misteri pembuang janin bayi perempuan berusia (6) bulan hasil hubungan gelap yang diletakan di pinggir Jalan Prakarya RT 01/RW 06, Komplek PDK, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara Kamis (12/11/2020).

Unit Reserse Kriminal Polsek Bogor Utara menangkap pelaku, di rumah majikannya di kawasan perumahan PDK Kedung Halang.

Kapolsek Bogor Utara, Kompol Ilot Juanda mengatakan, ES merupakan warga Cigudeg, Kabupaten Bogor ditangkap pada Rabu (11/11/2020) sekitar pukul 10.00 WIB. ES ini bekerja sebagai asisten rumah tangga. “ES ditangkap berkat rekaman CCTV di sekitar area pembuangan bayi,” kata Ilot pada wartawan, Kamis (12/11/2020) petang.

Polisi mendapatkan rekaman CCTV, berkoordinasi dengan Binmas, RT dan RW untuk mengidentifikasi pelaku. “Alhamdullilah kurang dari 24 jam pelaku bisa kita ditangkap,” tuturnya.

Menurutnya, janin bayi naas itu, diduga hasil hubungan gelap dengan pacarnya berinisial RHT, kini masih buron.

“ES menjalin hubungan asmara selama lima bulan, sejak Januari hingga Mei 2020. Selama pacaran mereka kerap berhubungan intim di rumah kontrakan RHT di daerah Cijeruk, Kabupaten Bogor. Setiap hari Minggu, keduanya berbuat mesum,” kata Ilot.

Setelah lima bulan berpacaran ES mengakhiri hubungannya dengan RHT. Namun, pada Juli 2020, pelaku baru menyadari bahwa ia hamil. Tetapi, hal itu tak diberitahukan kepada RHT.

“Pada Sabtu (7/11) sekitar pukul 08.00 WIB. ES merasakan sakit perut, meminta ayahnya untuk membelikan obat lambung. ES meminumnya sekitar 1sendok makan,” jelasnya.

Kemudian, pada pukul 11.00 WIB, ES merasa mulas-mulas dan ia langsung ke kamar mandi. “Di toilet tiba-tiba bayi itu keluar. Lalu ES mengangkat janin itu dan membersihkannya. Dia bersalin tanpa dibantu dan diketahui oleh siapapun,” katanya.

Janin itu menurut Ilot, langsung dibungkus dengan plastik dan ditaruh dalam lemari baju ES selama tiga hari. “Baru pada Selasa (10/11), ES membuang janin bayi tersebut di selokan Komplek PDK Ciparigi dan ditemukan oleh warga keesokan harinya,” ungkapnya.

Pengakuan ES janin itu keluar dengan sendirinya. Namun, hingga kini Polisi masih melakukan pendalaman. “Apakah janin itu keluar sendiri dengan meminum obat, atau ada bantuan orang lain,” jelasnya.

Kompol Ilot menambahkan, ES dijerat dengan Undang Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara atau denda paling banyak Rp1 miliar.

“Dalam pasal 75 ayat (2) UU Kesehatan, tersangka dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar,” tuturnya. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here