Polisi Ungkap, Modus Kawin Kontrak di kawasan Puncak Bogor

SumateraPost, Bogor– Polisi berhasil ungkap modus Kawin Kontrak yang terjadi di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Polisi juga menangkap lima tersangka lain, satu diantaranya warga negara Arab Saudi.

Kelima tersangka, Nunung Nurhayati, Komariah alias Rahma, H Saleh, Devi Okta Renaldi dan Almasod Abdul Alziz Alim alias Ali. Kejadian terungkap, setelah Ali mencari pekerja seks komersial dengan cara kawin kontrak dan menghubungi H Saleh yang bekerja sebagai penghulu.

Permintaan, disanggupi H Saleh setelah menghubungi Nunung dan Rahma sebagai penyedia perempuan di vila daerah puncak Bogor dan di Apartemen Puri Casablanca. H Saleh dikasih Rp 300 ribu dari Ali.

“Para perempuan (korban) dibawa Nunung dan Rahma ke H Saleh di Vila wilayah Puncak Bogor dengan menggunakan kendaraan roda empat yang dikemudikan Okta,” kata Brigjen Ferdy Sambo di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (14/2/2020).

Untuk short time Nunung dan Rahma mematok harga untuk booking out 1-3 jam seharga Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu. Untuk satu malam sebesar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.

Atau booking out secara kawin kontrak dengan harga Rp 5 juta untuk jangka waktu 3 hari dan Rp 10 juta waktu 7 hari.

Informasi diperoleh Nunung dan Rahma memiliki sedikitnya 20 perempuan yang akan dijual, sementara H Saleh sudah menyediakan lebih dari 20 pelanggan dan 12 kali menjadi saksi nikah kawin kontrak sejak tahun 2015 hingga sekarang.

“Keuntungan yang diperoleh kedua mucikari sebesar 40 persen. Jika korban mendapatkan uang sebesar Rp 1 juta. Mucikari mendapatkan Rp 400 ribu ataupun mucikari dapat keuntungan 20 persen per-orang dari penghasilan yang didapatkan korban,” kata Ferdy.

Polisi menyita barang bukti, 7 unit handphone, uang Rp 900 ribu, print out pemesanan Apartemen Puri Casablanca atas nama Abdul Alziz Almasod. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here