Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis di Langkat, Ini Motivasi Tersangka

SumateraPost, Langkat – Polisi sukses mengungkap kasus pembunuhan sadis terhadap Rani Angreni (23), ibu rumahtangga, yang jenazahnya ditemukan di kebun kelapa sawit Desa Tanjungmerahe, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kamis (24/09/2020) pagi.

Menariknya, pelaku berhasil ditangkap hanya dalam tempo enam jam setelah kasus tersebut ditangani Tim Opsnal Satreskrim Polres Binjai.

Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo, melalui Kasubbag Humas, AKP Siswanto Ginting, Kamis (24/09/2020) malam, menyatakan, tersangka pembunuhan sadis itu berinisial GZG (20), Dusun VII, Desa Laumulgap, Kecamatan Selesai.

Pemuda tersebut diamankan petugas pada Kamis (24/09/2020) sore, usai diringkus dari kawasan Jalan Anggur, Kelurahan Bandarsenembah, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai.

Dari tersangka GZG, Siswanto mengaku, Tim Opsnal Satreskrim Polres Binjai mengamankan barang bukti sepeda motor Honda Beat merah, diduga kendaraan milik korban.

“Tersangka GZG sendiri terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan yang mengenai bagian kakinya, karena dia berupaya melarikan diri saat hendak ditangkap,” terang Siswanto.

Menurutnya, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi keberadaan sepeda motor Honda Beat dengan ciri dan tipe yang sama dengan kendaraan korban, di kawasan Jalan Anggur, Kelirahan Bandar Senembah.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kasat Reskrim.Polres Binjai, AKP Yayang Rizki Pratama, menginstruksikan Kanit I Pidum, Iptu Hotdiatur Purba, dan jajaran anggota opsnal, melakukan observasi dan penelusuran di wilayah itu.

“Beruntung beberapa saat setelah melakukan pengintaian, tim akhirnya menemukan sepeda motor tersebut, termasuk mengamankan GZG, tidak lain tersangka pembunuhan sadis terhadap korban,” seru Siswanto.

Hanya saja saat petugas hendak membawa tersangka GZG menuju Mako Satreskrim Polres Binjai, pemuda pengangguran itu berupaya melarikan diri. Sehingga dilakukanlah tindakan tegas dan terukur dengan menembak bagian kaki tersangka GZG.

Sesaat setelah dibawa menuju rumah sakit untuk menjalani operasi pengangkatan proyektil peluru, tersangka GZG kemudian diamankan menuju Mako Satreskrim Polres Binjai guna diperiksa lebih lanjut.

Terkait kasus itu pula, GZG dipersangkakan melanggar Pasal 365 Ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pencurian dengan kekerasan, yang ancaman hukuman maksimalmya 15 tahun pidana penjara.

“Motivasi tersangka GZG melakukan pembunuhan sadis tersebut murni karena ingin menguasai barang milik korban, yaitu sepeda motor. Menariknya, dia mengaku bari sekali melakukan aksi kejahatan itu,” jelas Siswanto.

Seperti diketahui, Rani Angreni, warga Dusun Tanjungbelok, Desa Tanjungmerahe, Kecamatan Selesai, ditemukan terkapar tidak bernyawa dengan kondisi kepala penuh luka di areal perkebunan kelapa sawit PT LNK Kebun PadangBrahrang.

Jenazah perempuan malang yang tengah hamil tersebut ditemukan warga pada rumpukan pelepah dan dedaunan kelapa sawit kering, tepatnya di Afdeling II CR-14, Dusun VI Jenggikumawar B Tanjungbelok, Desa Tanjungmerahe, Kecamatan Selesai.

Dalam kasus ini, Rani Angreni diduga meninggal dunia akibat dianiaya tersangka GZG. Ironisnya, dia membuang jenazah korban di areal perkebunan kelapa sawit PT LNK, dan selanjutnya membawa lari sepeda motornya. (andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here