Polres Atim dan Kejaksaan PN  Musnahkan 60 Ribu Liter Minyak Mentah Ilegal

Sumaterapost, Idi — Polres Aceh Timur bersama Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri (PN) Idi Aceh Timur. Kamis (01/08/2019) memusnah kan barang bukti (BB) berupa minyak mentah ilegal dari sejumlah perkara yang telah di P21 Kejaksaan Negeri Aceh Timur, bahkan ada beberapa perkara yang sudah diputuskan oleh PN Idi.

Pemusnahan BB dengan cara dibakar yang sebelumnya dibuat lobang atau kubangan dengan diameter lebih kurang 30 meter dengan kedalaman sekira 8  meter. Selanjutnya BB minyak mentah ilegal tersebut dituang ke dalam kubangan untuk dibakar.

Adapun Pemusnahan Barang Bukti ber langsung di sebuah lahan kosong bertempat di Gampong Alue Bu Jalan yang dihadiri oleh Kasat Reskrim Polres Aceh Timur AKP Dwi Arys Purwoko, S.IP, S.IK yang mewakili Kapolres Aceh Timur dalam hal ini. Sedangkan Harry Arfhan, SH. sebagai Kasubsi Eksekusi dan Eksaminasi Kejaksaan Negeri Aceh Timur juga mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur.

Sedangkan Raden Budiawan, SH beliau adalah Panitera Muda Pengadilan Negeri Idi yang mewakili Ketua Pengadilan Negeri Idi, sedangkan M. Suriyadi, SE, M. Si adalah Kepala Operator Metrologi Dinas Perindustrian Kabupaten Aceh Timur, dan turut juga hadir Kapolsek Peureulak Barat Ipda Eko Hadianto, SE, MH dan Kanit Tipidter Satreskrim Polres Aceh Timur Ipda Rangga Setiyadi, S.TrK.

Dalam penyampaianya Kasat Reskrim Polres Aceh Timur menyatakan.
“Total barang bukti minyak mentah yang dimusnahkan sebanyak 300 drum atau setara dengan 60.000 liter.” Ungkapnya.

Dijelaskanya, barang bukti minyak mentah ilegal yang dimusnahkan ini, merupakan hasil pengungkapan Unit Tipidter Satreskrim Polres Aceh Timur dalam kurun waktu bulan Mei 2018 sampai Desember 2018, yang mana kasus tersebut sudah P21 oleh Kejaksaan dan sebagian sudah divonis oleh Pengadilan Negeri Idi. Terangnya.

“Terdakwanya telah dieksekusi, karena itu. Barang buktinya kita musnahkan sesuai dengan amanah undang-undang.” Jelas Kasat Reskrim. Oleh karena itu, kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan ilegal baik pengeboran maupun pengangkutan dan atau niaga BBM mentah yang tidak memiliki payung hukum”. Pungkas Kasat Reskrim Polres Aceh Timur AKP Dwi Arys Purwoko. (Azhar)