Polresta Balam Petakan Zona Rawan Kriminalitas

Sumaterapost.co – Polresta Bandarlampung (Balam) telah melakukan pemetaan zona merah atau wilayah rawan kejahatan baik pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), maupun pencurian sepeda motor (curanmor). Untuk membantu tugas-tugas kepolisian, Polresta Balam saat ini memiliki sembilan Polsek untuk membackup setidaknya 20 Kecamatan yang ada di Kota Tapis Berseri ini.
Sembilan polsek itu yakni Polsek Tanjungkarang Barat, Polsek Kedaton, Polsek Sukarame, Polsek Tanjungkarang Timur, KSKP Panjang, Polsek Telukbetung Selatan, Polsek Telukbetung Utara, dan Polsek Telukbetung Barat.
Menurut Kapolresta Balam Kombes Murbani Budi Pitono, disetiap Polsek telah dipetakan jenis kejahatan sesuai wilayah hukum masing-masing baik kejahatan curat, curas maupun curanmor.
Untuk menangani hal tersebut, pihaknya telah menempatkan para personel strong point di titik titik rawan kejahatan seperti di pos Tugu Adipura, Masjid Taqwa Jalan Kota Raja, pos MBK, tugu lungsir, pos Bambukuning, pos simpang Unila, pos Wayhalim Permai Jalan Sultan Agung, pos Sinar Jalan P Antasari, pos Baruna, pintu pelabuhan Panjang, pos Kota Teluk di Jalan Laks Malahayati,depan Kosasih Jalan MS Batubara, dan pos simpang Kota Karang Jalan RE Martadinata.
Personel Strong Point ini, terintegrasi dengan program SPIS (Serve Protect & Integration System) “Setiap pos terdiri dari enam personel masing-masing dua personel menggunakan satu kendaraan bermotor,” ujar Murbani.
Selain itu ada juga 10 CCTV yang terpasang di beberapa titik di Bandar Lampung yakni di Jalan Sultan Agung, Simpang Unila, Tugu Raden Intan, Tugu Adipura, Simpang Mie Aceh, Lungsir, Baruna Panjang, Ramayana, Bambukuning dan CCTV Pos Kota Teluk.
Adapun pemetaan wilayah rawan itu antara lain, untuk di wilayah hukum Polsek Tanjungkarang Barat kejahatan curat kerap terjadi di Jalan Cik Ditiro, sedangkan kejahatan curas di Jalan Sudirman, kemudian kejahatan curanmor di Jalan Imam Bonjol. Wilayah hukum Polsek Kedaton, kejahatan curat marak terjadi dijalan Bumi Manti, kejahatan curas di seputaran Jalan Untung Suropati, sedangkan kejahatan pencurian sepeda motor kerap sekali terjadi di Jalan ZA Pagar Alam.
Sedangkan untuk di wilayah hukum Polsek Sukarame, kejahatan curas dominan terjadi di wilayah Jalan Ki Maja, curas di Jalan PulauTegal, dan curanmor di Jalan Urip Sumoharjo. Di wilayah hukum Polsek Tanjungkarang Timur, Jalan Hayam Wuruk lebih banyak terjadi kejahatan curat, sedangkan curas kerap terjadi di Jalan P. Kemerdekaan, dan curanmor di sekitaran Jalan P. Antasari.
Kawasan Polsek Panjang, Jalan Raya Kalianda didominasi kejahatan curat, kejahatan curas di Jalan Raya Suban, sedangkan pencurian kendaraan bermotor dominan terjadi di Jalan Teluk Ambon. Sedangkan untuk KSKP Panjang tindak pidana yng terjadi di kawasan gudang pel hanya curat, untuk curas dan curanmor nihil. Polsek Telukbetung Selatan, kasus curas banyak terjadi di Jalan Ikan Kerapu, kasus curas di Jalan Gatot Subroto, dan kasus curanmor di Jalan P Emir M Noor.
Untuk Polsek Telukbetung Utara, tindak pidana curat kerap terjadi di Jalan Cut Mutia, curas di Jalan Sultan Syahrir dan curanmor di Jalan MS Batubara. Kemudian Polsek Telukbetung Utara, Jalan Telukbone kerap terjadi kasus curat, sedangkan kasu curas dan curanmor banyak terjadi di Jalan RE Martadinata. (dul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here