Polri Patut Benahi Kinerja & Etika Khususnya Anggota Polantas

Sumaterapost.co – Kepolisian Republik Indonesia patut membenahi kinerja dan etika anggotanya, khususnya anggota Polisi Lalu Lintas, yang langsung berhubungan dengan masyarakat.

Polantas, dan seluruh anggota Kepolisian harus menjadi pengayom dan pelindung masyarakat, bukan justru menyakiti hati masyarakat, seperti yang terjadi pada  seorang warga, Kartono (54), pagi td, jumat (20/0/17), sekitar pukul 10.15 WIB, dirinya melintas di Jalinsum, tepatnya di depan Kantor Bulog, Dusun Jati, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, distop oleh anggota Polantas yang sedang mengadakan kegiatan razia rutin.

“Saya di stop oleh Polantas yang sedang razia, ya saya berhenti. Kemudian Bapak itu, yang berseragam lengkap, kalau tidak salah berpangkat Bripka, dan memakai rompi, menanyakan surat-surat kendaraan saya. saya serahkan SIM dan STNK motor saya, kebetulan pajak kendaraan saya mati, kemudian anggota tersebut menanyakannya. saya jawab, nanti saya bayar kalau sudah terkumpul uang saya. tiba-tiba anggota polisi tersebut melempar SIM dan STNK saya ke tanah, ya jelas saya marah mas,” ujar Cak Ton, panggilan akrab Kartono, yang kebetulan adalah seorang wartawan senior di Lamsel.

Cak Ton menambahkan, dirinya langsung tersinggung dengan perlakuan anggota Polantas tersebut.

“Saya langsung bertanya, salah saya apa ? anda itu Polisi, yang sopan dong, saya ini warga, perlakukanlah kami dengan sopan dan beretika, kalian kan bersekolah, masak perlakukan warga seperti ini, janganlah kedepankan arogansi dan kesombongan, jaman sudah berubah, polisi harus lebih humanis dan beretika dalam tugas sehari-hari,” kata Cak Ton, bercerita tentang kronologis kejadian yang menimpanya kepada sejumlah wartawan yang menemuinya di halaman Kantor Dinas Kominfo Lamsel, jumat siang (20/10/17).

Dimintai tanggapannya, Kasat Lantas Polres Lamsel, AKP. Rafli Yusuf Nugraha, belum bisa mengambil tindakan atas dugaan perbuatan tak menyenangkan anak buahnya terhadap seorang warga yang kebetulan juga sebagai jurnalis di Lamsel.

“Waduh, saya baru tahu infonya dari rekan-rekan wartawan. Saya tampung dulu, nanti janji, nanti akan saya tindak kalau betul itu dilakukan anak buah saya. saya akan cari dulu siapa yang bertindak seperti itu. Tetima kasih untuk bang Kartono dan kawan-kawan yanng sudah melaporkan kejadian ini. Akan saya tindak, tapi kasih waktu untuk mencari siapa yang melakukan tersebut,” tukas Rafli, dengan wajah serius, didepan Ketua Jusi, Khairullah AKA, Kartono dan sejumlah jurnalis lainnya. (Ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here