Polsek Pesiteng Sosialisasikan Pencegahan & Pengawasan Permasalahan DD

Sumaterapost.co – Polsek Pesisir Tengah Resort Lampung Barat  melaksanakan kegiatan Sosialisasi Nota Kesepahaman antara Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Transmigrasi, Kementrian Dalam Negeri Dan Kepolisian Negara Republik Indonesia Tentang Pencegahan, Pengawasan Dan Penanganan Permasalahan Dana Desa/Pekon di 4 Kecamatan Wilayah Hukum Polsek Pesisir Tengah Resor Lampung Barat di Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung. Rabu 25/10.

Adapun Yang hadir dalam acara tersebut yaitu ; Kapolsek Pesisir Tengah Sekaligus sebagai Narasumber (Kompol. Fery Anda Eka Putra, SH,). Para Bahinkamtibmas. Ketua Apdesi Kabupaten Pesisir Barat (bpk Arief Mufti). 40 Peratin dari 4 Kecamatan Wilayah Pesisir Barat.

Dalam kata Sambutannya Kapolsek Pesisir Tengah mengatakan ” kegiatan ini Menindaklanjuti  Vicon MOU Kapolri Dengan Menteri Desa Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi, Menteri Dalam Negeri. Nota kesepahaman berlaku 2 tahun.

Arahan menteri desa tertinggal :
Besarnya anggaran desa perlu adanya pengawasan dalam penggunaannya. Setiap desa wajib membuat baliho berisikan besar dana desa/pekon, rencana penggunaan anggaran, dan realisasi pengggunaan anggaran.

Arahan mendagri : Belum transparan dan masih adanya indikasi penyelewengan penggunaan anggaran dana desa memang perlu di tangani secara serius. sudah ada 500 lebih pengaduan tentang penggunaan anggaran dana Desa/Pekon.

Peran Bupati dan Inspektorat harus lebih di tingkatkan untuk awasi pengggunaan anggaran Desa/Pekon. Polsek dan Babhinkamtibmas di yakini dapat mengawasi penggunaan anggaran karena memang melekat di Pekon.

Arahan Kapolri antara lain ,
Polri sudah tangani 214 kasus tentang penyelewengan dana desa/pekon, modusnya di gelapkan oleh kepala Desa/Peratin.

Penggunaan dana desa tidak sesuai alokasi yang sudah di anjurkan pemerintah maka kepala desa/Peratin dapat di pidanakan. Kejadian di pamekasan dapat di jadikan evaluasi untuk kita bersama karena dana Desa/Pekon di potong di tingkat Kabupaten.

Apabila ada pemotongan dana di tingkat kabupaten agar segera di tangkap dan di proses. Kumpulkan para tokoh desa/Pekon untuk bicarakan untuk apa dana desa/Pekon tersebut.

Maka Kapolda segera memrintahkan bicarakan dengan para Kepala Dinas dan BPKP, dan para Kapolres untuk membuat MOU dengan Bupati untuk menindak lanjuti MOU.

Para Kapolres harus mempunyai inovatif dalam pelaksaan program ini sehingga di harapkan dapat menambah kepercayaan pemerintah dan masyarakat kepada Polri.

Anggota Polri yang menjabat Kapolsek mulai Tanggal 20 Oktober 2017 telah diberi tanggung jawab mengawasi dalam penggunaan Dana Desa/Pekon. Pemberian tugas Pengawasan Dana Desa/Pekon merupakan hasil kesepakatan antara Kapolri Jendral Tito Karnavian Mentri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Kementerian Desa PDTT Eko Sandjojo.

Penjelasan Mendagri” Pengawasan Dana Desa ini kita sepakati Tunggal yang mengawasi yaitu Kapolsek dengan Bhabinkamtibmas”

Mendagri menjelaskan pekan depan Kemendagri akan mengumpulkan Para Walikota/Bupati se Indonesia untuk menekankan prihal tidak boleh ada upaya Intervensi kepada Kapolsek dalam hal Pengawasan Dana Desa/Pekon.

Ancaman itu tidak hanya diberikan kepada Kapolsek tetapi juga pada Kapolres jika ketahuan mencurangi Dana Desa/Pekon. “Bukan hanya teguran, tapi juga dipidanakan karena Polri masuk ranah peradilan umum, kita akan pidanakan Kapolsek, Kapolres Juga begitu”

Kapolri menjelaskan sanksi tersebut diberlakukan karena pengawasan Dana Desa/Pekon adalah Program Presiden Joko Widodo guna membangkitkan Pembangunan Desa. Terawasi Dana Desa dengan baik, diharapkan dapat memciptakan pemerataan Pembangunan.

Kami sangat yakin ini adalah Program yang sangat Mulia dari Bapak Presiden, Bapak Mentri PDT, Pak Mendagri dengan tujuan untuk membangkitkan Desa/Pekon, dalam rangka untuk pemerataan pembangunan, Dengan ditunjuknya Polri sebagai Leading Sector Pengamanan Dana Desa, Kapolri merasa Anggotanya perlu mendukung dan bertanggung jawab secara maksimal atas kepercayaan Pemerintah. (Aep).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here