Presiden Amerika Lebih Bahaya dari Pada Virus Corona

TAHERAN. (Sumaterapost.co) – Seorang pejabat tinggi keamanan Iran menyebutkan “Presiden Amerika Serikat Donal Trump lebih berbahaya dari virus corona” pernyataan itu sebagai langkah – langkah untuk memblokir pasokan medis vital untuk memerangi virus corona mencapai Iran dan itu dinilai sebagai kejahatan terhadap kejahatan kemanusiaan.

“Donal Trump lebih berbahaya dari virus corona” kalimat yang dilontarkan oleh Sekretaris Dewan Keamanan National Tertinggi (SNCS) Ali Shamkhani Rabu (8/4/2020) di Taheran. Pemerintah Trump menentang upaya Dana Moneter Internasional untuk membantu Iran selama pandemi Coronavirus.

“Sangsi atas barang – barang kesehatan adalah tindakan ilegal dan tidak manusiawi dan merupakan simbol permusuhan terbuka Donal Trump terhadap masyarakat Iran” cuiten Ali Shamkhani di akun Twitter pribadinya.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif mengatakan, terorisme ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran berkembang menjadi “terorisme medis”. Hingga hari Selasa (7/4/2020) kemarin, sebanyak 3.872 orang meninggal dunia akibat penyebaran wabah virus corona di Iran. Sementara jumlah penderita terinfeksi virus vorona mencapai 62.589 orang.

Mohammad Javad Zarif memaparkan sejak tahun 2018 pemerintah Trump telah telah memberlakukan kebijakan sanksi “Tekanan Maksimum” terhadap Taheran setelah Washington menarik secara sepihak dari perjanjian nuklir tahun 2015 yang disetujui oleh resolusi Dewan Kemanan Bangsa – Bangsa 2231. Dibawah kesepakatan antara Iran, As, Ini Eropa, China, Prancis, Rusia, Inggris dan Jerman.Taheran pun berjanji untuk mengurangi ambisi nuklirnya dengan imbalan penghentian sanksi ekonomi dan keuangan.

Wabah virus Covid-19 selama satu bulan lalu, ketika virus menyebar dengan cepat di Iran. Amerika Serikat berulang kali memperketat sanksi yang dirancang untuk mencekik ekspor minyak Taheran. Stasiun Al-zajeera melaporkan ada sekelompok berjumlah 24 orang diplomat senior dan pejabat pertahanan, termasuk 4 orang mantan Sekretair Jenderal NATO telah mendesak Donal Trump untuk menyelamatkan “ratusan ribu nyawa yang berpotensi” hilang dari virus Corona di Timur Tengah dengan mengurangi sanksi medis dan kemanusiaan di Iran.

Seruan tersebut mendapat dukungan dari mantan urusan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini, mantan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Gro Harlem Brundtland dan diplomatik senior Amerika Serikat di era pemerintahan Bush, Clinton dan Obama.

Menteri luar negeri Zarif memperingatkan pada pertengahan bulan Maret bahwa sanksi As tidak hanya membahayakan nyawa warga Iran. Tetapi juga akan membuka jalan penyebaran virus corona yang lebih cepat di negara – negara lain “imorial memberikan pelaku intimidasi membunuh orang yang tidak bersalah. Virus tidak mengenal politik atau geografi” ungkap Zarif di akun Twitter nya. (Yadi Abdullah).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here