PT Kampoeng Kurma Sikapi PKPU, Ini Kata Zentoni

SumateraPost, Bogor – Advokat & Pembela Konsumen Zentoni, berharap PT Kampoeng Kurma Jonggol, minta penuhi putusan Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Putusan Perkara Nomor: 231/Pdt.Sus/PKPU/2020/PN.Niaga.Jkt. Antara Topan Manusama dan Sdri. Dwi Ramdhini.

Keduanya sebagai pemohon PKPU melawan PT. Kampoeng Kurma Jonggol sebagai termohon PKPU yang mengelola Kavling Kampoeng Kurma Jonggol.

“PT Kampoeng Kurma segera buat profosal untuk dilakukan mediasi di Pengadilan dan harus terpenuhi 51 persen,” kata Zantoni di PWI Kota Bogor Jumat (11/9/2020) petang.

Zentoni membenarkan pengajuan gugatan untuk kedua kalinya, dalam persidangan lanjutan hingga kedua pemohon PKPU Topan Manusama dan Sdri. Dwi Ramdhini menang di persidangan.

Zentoni menjelaskan, Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Sementara (PKPU-S) selama 45 (empat puluh lima) hari terhitung sejak diputusnya perkara Selasa, 8 September 2020.

Kedua pemohon telah membeli kavling tanah seharga masing masing Rp. 78.500.000,- (tujuh puluh delapan juta lima ratus ribu rupiah) dan dibayar lunas, akan tetapi gagal serah terima oleh PT. Kampoeng Kurma Jonggol.

Sebelumnya Legal aset PT Kampoeng Kurma Ny Lilis Aryani Dalimunthe mengatakan, pihaknya akan menghargai putus perkara. N toamun demikian tutur Lilis pihaknya akan tetap mengusahakan 1600 konsumen, yang telah menunggu sekian lama untuk mendapatkan hak mereka.

“Kita hargai putusan pengadilan Niaga. Hanya saja, PT Kampoeng Kurma akan mengupayakan nasib 1600 konsumen,” kata Ny Lilis Aryani Dalimunthe pada Sumatera Post di Kantornya Kamis (10/9/2020) siang.

Lilis menegaskan, apapun putus Pengadilan Niaga PT Kampoeng Kurma Jonggol, m akan terus berupaya memperjuangkan hak mereka sebagai pembeli. Karena mereka sudah menunggu sekian tahun untuk mendapatkan hak kepemilikan atas lahan tersebut.

“Dalam putusan itu, PT Kampoeng Kurma Jonggol dinyatakan kalah dalam persidangan tersebut. Tapi manajemen PT Kampoeng Kurma Jonggol akan terus mencari terobosan untuk membela para konsumen,” ungkap Lilis.(Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here