BANDAR LAMPUNG – Manajemen PTPN I Regional 7 melepas 17 karyawan dan purnakarya yang akan menunaikan ibadah haji tahun 1447 H. Acara pelepasan berlangsung khidmat di Kantor Regional, Rabu (22/4/2026).
Dalam sambutannya, Plt Region Head Iyan Heryanto menyampaikan bahwa panggilan menunaikan ibadah haji merupakan kehormatan luar biasa. “Tidak semua orang mendapat kesempatan menjadi tamu Allah di Baitullah. Keberangkatan Bapak dan Ibu tahun ini adalah buah dari kesabaran, keikhlasan, dan ikhtiar selama ini,” ujarnya.
Atas nama manajemen, ia mengucapkan selamat kepada para calon haji dan berpesan agar momentum spiritual ini disyukuri dengan sepenuh hati.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menitipkan empat pesan kepada jemaah agar senantiasa menjaga kesehatan.
Perbedaan iklim dan cuaca di Tanah Suci menuntut stamina prima. Jemaah diimbau menjaga kondisi fisik, istirahat cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi agar seluruh rangkaian ibadah terlaksana optimal.
Iyan juga meminta para jamaah untuk memurnikan niat semata-mata karena Allah Swt. serta menghindari sifat ria atau berbangga diri agar esensi ibadah haji tetap terjaga.
“Sebagai duta keluarga besar PTPN I Regional 7, jemaah diharapkan menunjukkan perilaku santun, tertib, dan berakhlak mulia selama di Tanah Suci,” kata Iyan.
Pada kesempatan itu, Iyan juga mohon kepada para jamaah agar berdoa di tempat-tempat mustajab agar PTPN I Regional 7 senantiasa diberi keberkahan, kelancaran transformasi, serta keberlanjutan usaha yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.
“Semoga Allah SWT memberikan perlindungan, kelancaran, dan kemudahan kepada Bapak dan Ibu. Semoga kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat serta meraih predikat haji yang mabrur dan hajah yang mabrurah,” tutupnya.
Pada kesempatan itu para jamaah calon haji diberi tausiah oleh ustad Yani. Dalam tausiyahnya, Ustad Yani agar para jamaah meluruskan niat.
“Niatkan hanya karena Allah. Tinggalkan keinginan dipuji manusia, gelar H di depan nama, atau sekadar wisata rohani. Rasulullah bersabda: _Innamal a’malu binniyat_. Tanpa niat yang lurus, seluruh lelah di Tanah Suci bisa sia-sia.”
Beliau mengingatkan bahwa Makkah dan Madinah adalah tanah haram. Setiap kebaikan dilipatgandakan, begitu pula keburukan. “Hindari mengeluh karena panas, antrean panjang, atau makanan yang tidak sesuai selera. Ganti keluhan dengan zikir. Jaga mata dari pemandangan haram, jaga lisan dari ghibah, jaga tangan dari menyakiti sesama jemaah.” (**)




