Puluhan Tahun PKS. PT. PAA Simpang Bangko Berdiri, Erdin Tua Tidak Pernah Dapat Askes Kesehatan

Bengkalis, Sumaterapost.co – Abstrak kelapa sawit merupakan tanaman komoditas perkebunan yang cukup penting di indonesia.

Prospek pengembangan budidaya kelapa sawit sudah mulai menyebar hampir di seluruh penjuru indonesia salah satunya provinsi Riau yang terkenal Dengan lahan minyak terbesar di Indonesia.

Berdirinya Pabrik kelapa sawit tentunya menjadi faktor penunjang bagi masyarakat lokal serta menjadi aset bagi suatu Daerah tertentu .

Jika di tarik Dari segi keuntungan petani, Tentunya ada keuntungan bagi petani untuk sebuah akses TBS ( Tandan buah segar) akan tetapi akses itupun Kadang Di persulit oleh oknum Tertentu yang memiliki kepentingan Di pabrik tersebut.

Namun Erdin Tua si regar menjelaskan pada awak media pada hari Selasa 12 Mei 2021 melalui WhatsApp Bahwa setelah puluhan tahun berdinya pabrik kelapa sawit PT PAA SIMPANG BANGKO yang notabene ANAK PERUSAHAAAN Dari (PHG) PERMATA HIJAU GROUP MEDAN. Yang ber alamat di JALAN ISKANDAR MUDA KEC. MEDAN BARU, Tidak pernah memberikan akses kesehatan bagi Dirinya sendiri terkhusus kepada sekelompok masyarakat.

Erdin tua siregar Selain sebagai pelopor atau mitra pertama semenjak berdirinya PT.PAA SIMPANG BANGKO juga menegaskan bahwa Seharusnya pihak perusahaan peduli terhadap masyarakat yang ada sebagai mana yang tertuang Dalam peraturan pemerintah dan uu perseroan terbatas.

Di karenakan kesehatan masyarakat adalah ASET terbesar jika Di bandingkan Dengan Keuntungan Yang mereka Dapatkan .

Damai karunia Hia ( Tokoh Mahasiswa dan pemuda ) menambahkan Bahwa seharusnya PT PAA SIMPANG BANGKO Harus di kaji ulang kembali dalam hal Lokasi berdirinya PABRIK KELAPA SAWIT PT.PAA SIMPANG BANGKO. Kedua Mngenai Dampak positif berdinya Pabrik tsb. Ketiga penanganan LIMBAH yang tepat dengan Di buatkan kolam-kolam penyaringan.

Di karenakan awal musim hujan akan mengeluarkan Bauk busuk yang luar biasa yang menyebabkan masyarakat ketika mau makan tidak selera karena mencium bauk busuk tersebut.

Untuk itu Harapan saya selaku tokoh Mahsiswa dan pemuda berharap agar Pimpinan Yang Dulu nya adalah aktivis Mahasiswa itu pekka Terhadap kami masyarakat simpang bangko. Masyarakat bukan sampah seperti Limbah pabrik kelapa sawit mereka Dan perusahaan bukanlah Tuhan bisa berkehendak sesuka Hati.