Pungli Banpres Produktif Anton dan Iwan KZ Jadi Buah Bibir

SumateraPost, PESISIR BARAT – Putrawan Jayadiningrat membantah keras jika dirinya bergabung sebagai pengurus di Koperasi Tanera yang diketuai Anton.

Anton dan Iwan KZ, saat ini menjadi perbincangan hangat dikalangan warga Pesisir Barat, sebab keduanya disinyalir telah melakukan pungutan liar kepada sejumlah masyarakat penerima Bantuan Presiden (Banpres) Produktif atau BLT UMKM.

Diketahui tahun 2020, Pemerintah telah meluncurkan program BLT UMKM untuk membantu masyarakat yang memiliki usaha mikro agar tetap bertahan di masa pandemi.

Banpres Produktif diberikan secara langsung senilai Rp 2,4 juta kepada pelaku usaha mikro yang persyaratannya telah dipenuhi.

Tak tanggung tanggung pungutan yang dilakukan Anton berdasarkan pengakuan warga penerima Banpres, setiap kepala keluarga dimintai uang dengan jumlah variatif, mulai dari Rp 450.000 hingga Rp 1 juta.

” Seluruh warga Pekon Marang Kecamatan Pesisir Selatan, penerima Banpres diminta Rp.1 juta oleh Anton melalui orang suruhannya,” ucap salah seorang penerima Banpres kepada wartawan yang namanya minta dirahasiakan.

Bukan itu saja, penelusuran wartawan di Pekon Kebuayaian, Kecamatan Karya Penggawa, penerima Banpres juga dimintai uang, namun jumlahnya berbeda dengan Marang, yakni Rp. 450.000.

Saat dikonfirmasi Anton menolak jika dirnya melakukan Pungli, ia berkilah jika uang yang diminta dari warga penerima Banpres itu adalah iuran koperasi.

“Saya tidak bekerja sendiri, ada Iwan KZ dan Pun Putrawan,” ucap Anton.

Dikonfirmasi dikediamannya , Pun Putrawan membantah keras pernyataan Anton.

“Saya tidak ikut-ikut di Koperasi Tanera pimpinan Anton, ini harus diklarifikasi,” pinta Putrawan. Gus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here