Rampung, Penyerahan Data Peserta BPJamsostek Penerima BSU

SumateraPost, Jakarta – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek), telah menyelesaikan penyerahan data nomor rekening pekerja penerima bantuan sosial upah (BSU) untuk gelombang terakhir kepada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Rabu 30 September 2020 kemarin.

Hal ini merupakan komitmen bersama antara Kemnaker dengan BPJamsostek untuk menyerahkan data nomor rekening pekerja penerima BSU secara bertahap dalam lima gelombang.

Direktur Utama BPJamsostek, Agus Susanto, menyatakan, penyerahan data nomor rekening pekerja penerima BSU dilakukan secara berkala dengan maksud mempermudah rekonsiliasi dan monitoring, serta mempertimbangkan prinsip kehati-hatian.

“Jadi, total data peserta yang lolos validasi dan sesuai dengan kriteria Permenaker, kita serahkan itu berjumlah 12.418.588 data pekerja,” ungkapnya di Jakarta, Kamis (01/10/2020).

Sebelumnya menurut Agus, pihaknya telah menyerahkan total 11,8 juta data nomor rekening pekerja peserta BPJamsostek penerima BSU kepada Kemnaker dalam empat gelombang.

Penyerahan data gelombang I dimulai sejak akhir Agustus 2020 lalu, dengan jumlah data nomor rekening pekerja yang diserahkan BPJamsostek sebanyak 2,5 juta unit. Data tersebut disampaikan secara simbolis oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Selanjutnya pada gelombang II, yakni pada awal. September 2029, BPJamsostek menyerahkan 3 juta data nomor rekening peserta penerima BSU kepada Kemnaker.

Kemudian satu pekan setelahnya, diserahkan data nomor rekening pekerja penerima BSU gelombang III sejumlah 3,5 juta unit kepada Kemnaker.

Sedangkan penyerahan data nomor rekening pekerja penerima BSU gelombang IV diserahkan kepada Kemnaker satu pekan setelah penyerahan data gelombang III, yakni sebanyak 2,8 juta unit.

Sesuai rencana, kata Agus, penyerahan data nomor rekening pekerja penerima BSU gelombang V akan diserahkan kepada Kemnaker pada 29 September 2020, dan sehari setelahnya kembali diserahkan data nomor rekening peserta penerima BSU gelombang V susulan.

“Pada gelombang V ini, kami serahkan sisa data peserta penerima BSU yang telah tervalidasi sebanyak 578.230 unit dan ditambah data susulan sebanyak 40.358 unit,” jelasnya.

Secara khusus Agus mengingatkan, setiap data nomor rekening pekerja penerima BSU yang diserahkan krpada Kemnaker pada dasarnya telah melalui tahapan validasi berlapis, agar sasaran program BSU tepat sasaran.

Tahapan berlapis dimaksud adalah proses validasi perbankan, yaitu keaktifan nomor rekening pekerja, serta validasi kesesuaian data dengan kriteria dari Kemnaker yang dilanjutkan pada proses validasi ketunggalan data dari BPJamsostek.

“Penyerahan data gelombang V ini merupakan hasil tindak lanjut dari data pekerja yang tidak lolos validasi perbankan :, untuk kemudian datanya diperbaharui dan disampaikan kembali kepada BPJamsostek,” seru Agus.

Di sisi lain dia mengaku, BPJamsostek telah melakukan berbagai upaya dalam merangkul perusahaan dan para pekerja agar melakukan pemutahiran data, seperti sosialisasi atau pendekatan langsung ke pihak manajemen, hingga pemberitahuan secara personal melalui layanan SMS langsung ke nomor telepon seluler peserta.

Melalui pendekatan personal via SMS yang berisi tautan unik, tentunya memungkinkan peserta untuk langsung melakukan pemutakhiran data. Namun mereka yang mendapat SMS hanyalah pekerja nonaktif, terhitung sejak periode Juni 2020 dan setelahnya.

Hingga gelombang V penyerahan BSU, Agus menyebut, BPJamsostek telah berhasil mengumpulkan 14,8 juta data nomor rekening pekerja. Setelah dilakukan validasi berlapis, jumlahnya menjadi 12,4 juta data pekerja.

“Terdapat total 1,8 juta data yang dinyatakan tidak sesuai dengan kriteria yang diatur dalam Permenaker Nomor: 14 tahun 2020. Selain itu juga terdapat sekitar 600 ribu data yang tidak berhasil dikonfirmasi ulang,” terangnya.

Kondisi ini, kata Agus, dikarenakan berbagai faktor, semisal kondisi geografis Indonesia. Dalam hal ini, perusahaan peserta berada di daerah terpencil, sehingga menyulitkan koordinasi dalam mengumpulkan data.

Selain koordinasi, kepemilikan rekening bank bagi pekerja di daerah terpencil juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi. Terlebih penerimaan gaji disinyalir masih dibagikan secara manual.

“Selain itu, banyak pula permasalahan lain yang menghambat pelaporan data upah oleh perusahaan. Hal inilah yang memaksa BPJamsostek bekerja ekstra dan lebih selektif dalam melakukan validasi atas kesesuaian data dengan kriteria Kemnaker,” jelasnya.

Agus menerangkan, salah satu kriteria yang diterbitkan Kemnaker untuk penerima BSU adalah upah pekerja di bawah Rp 5 juta per bulan.

“Sementara masih sering kita dapati kasus pelaporan data upah yang disalahgunakan dan cenderung merugikan pekerja, karena lebih rendah daripada yang sebenarnya,” ungkap Agus.

Tentu saja menurutnya, persoalan tersebut menjadi tugas BPJamsostek bersama seluruh pekerja dan para stakeholder. Sebab upah yang dilaporkan menjadi acuan perhitungan manfaat yang akan diterima pekerja.

Dengan demikian, selain mampu meringankan beban ekonomi masyarakat pekerja, program BSU dari pemerintah diharapkan akan membuka mata masyarakat tentang pentingnya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

“Semoga momentum ini terus terjaga. Sehingga seluruh pekerja Indonesia dapat terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJamsostek,” tukas Agus.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah, mengapresiasi kinerja BPJamsostek atas keberhasilan proses pengumpulan data nomor rekening pekerja penerima BSU.

“Terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan, atas kerja kerasnya mengumpulkan dan melakukan validasi data nomor rekening pekerja yang berhak mendapatkan subsidi gaji atau upah,” tuturnya.

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Ketenagakerjaan, hingga hari ini bantuan subsidi gaji/upah tahap I telah tersalurkan kepada 2.484.429 penerima atau setara dengan 99,38 persen.

Kemudian tahap II telah tersalurkan kepada 2.981.533 penerima atau setara 99,38 persen, tahap III tersalurkan kepada 3.476.122 penerima atau setara 99,32 persen, dan tahap IV tersalurkan kepada 1.836.177 penerima.

Sementara untuk penyaluran BSU tahap V sedang dalam proses oleh Kemnaker, untuk penyaluran dana hingga ditransfer ke rekening pekerja.

Secara terpisah, Kepala BP Jamsostek Binjai, Tengku Muhammad Haris Sabri Sinar, membenarkan telah rampungnya penyerahan gelombang V atau tahap akhir data nomor rekening pekerja penerima BSU.

“Semoga dana subsidi gaji atau upah yang diterima oleh para pekerja nanti, dapat mereka manfaatkan dengan sebaik mungkin,” seru Haris, Senin (05/10/2020) sore. (andi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here