Ratna Sawitri dan Irene Indriasari, Taja Berdua Exhibition “Jamanika Resti” di Tan Artspace

Pelukis Ratna Sawitri dan Irene Indrasari dalam Berdua Exhibition ( Christian Saputro)

SumateraPost, Semarang –Pagebluk Pandemi Covid -19 tak bisa menyurutkan dan menghalangi kreativitas seniman untuk terus berkarya. Buktinya dua pelukis perempuan Kota Semarang Ratna Sawitri dan Irene Indriasari terus bergeliat melahirkan karya-karyanya di tengah Pandemi Covid -19. Bahkan kedua pelukis ini bersekutu menaja karya-karyanya dalam pameran Berdua Exhibition bertajuk:” Jamanika Resti” , yang digelar di Tan Artspace, Jalan Papandayan 11, Semarang,Jawa Tengah.

Pameran yang dihelat dari 18 Juli – 8 Agustus 2020 ini dikuratori Adien Hysteria menaja 18 lukisan mix media karya Ratna Sawitri dan Irene Indriasari ,yang masing-masing memajang 9 lukisan karyanya.

Yang menarik ketika para seniman dalam hal ini perupa (pelukis) di era Pandemi Covid -19 ini ramai-ramai disrupsi dengan mengganti ruang pamer dengan ruang virtual, justru Ratna Sawitri dan Irene Indriasari keukeh menggelar pameran yang menampilkan karya-karyanya yang langsung bisa diakses audiens.”Ada kepuasan tersendiri ketika karya-karya kita bisa dinikmati oleh apresiaan secara langsung,” ujar Ratna Sawitri.

Irene Indriasari juga sependapat dengan sahabatnya Ratna Sawitri,mengatakan, ada sensasi tersendiri kalau karya-karyanya bisa dilihat langsung oleh para penikmat. “Kalau pameran virtual apa bedanya, dengan saya mengupload karya-karya saya memamerkannya di media sosial semisa,l Instagram. Kurang gregetnya, ada nuansa yang luput dirasakan, chemistrinya hilang, “ terang Irene.

Ratna Sawitri didampingi Irine Indriasari ketika bincang-bincang di jeda pameran mengatakan, memang sejak awal merancang eksebisi ini tidak berupa pameran virtual.”Kami berdua punya niatan menggelar pameran ini bulan April 2020, yang didedikasikan untuk hari Kartini, tetapi tiba-tiba Pandemi Covid -19 melanda. Tetapi kami tak menyerah.. The Show Must Go On, pameran pun tetap kami gelar sekaligus untuk menyambut tatanan new normal, ” ujar Ratna Sawitri .

Sekjen Komunitas Lukis Cat Air Indonesia (KOLCAI) ini menambahkan, pameran ini ditaja juga untuk menyemangati kawan-kawan seniman lainnya agar terus berkarya, sekaligus untuk mengedukasi masyarakat. “Yang terpenting kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan,dalam aktivitas kita di luar rumah, ” ujar Ratna Sawitri mengingatkan.

Dalam pameran yang dikatapengantari Heti Palestina Yunani ini, Ratna Sawitri memajang 9 karya lukis mix media terbarunya dengan ukuran kecil. Karya-karya Ratna Sawitri yang mengawali dan sudah malang melintang ikut pameran lukisan dengan media cat air ini memiliki ciri tersendiri. Motif-motif dalam seni hena yang juga digelutinya dijadikan ikon karyanya, yang menandai setiap karyanya dalam eksebisi ini.

Sedangkan Irene Indriasari yang keseharian menjadi dosen ini menaja 9 karyanya, yang juga berukuran kecil. Dalam debutan pamerannya ini Irine menyuguhkan karya yang berkisah. “Sembilan karya yang saya pamerkan kali ini merupakan satu seri cerita. Kisah diawali lukisan saya pohon yang menjadi simbol ibu tempat segala muasal,” terang Irene.

Irene yangmengaku punya konsen dijagad human, sprirtual dan feminisme ini ke depan berniat berbasah-basah di dunia lukis. “Saya akan total untuk bergelut dengan dunia lukis. Saya akan terus berkiprah dan berkisah lewat karya-karya lukisan saya,” ujar Irene optimistis. (Christian Saputro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here