Ratusan Juta Saldo Bansos Raib, BRI, Dinsos dan Korda Saling Menyalahkan, KPM Kecewa

Sumaterapost, Aceh Timur – Sekitar 600 Keluarga miskin sebagai KPM (Keluarga Penerima Manfaat) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Aceh Timur kecewa karena gagal mendapatkan bansos dari Kementerian Sosial. Sabtu (12/12).

Informasi yang berhasil dihimpun sumaterapost. Jum’at (11/12/2020).
Adapun jumlah KPM gagal mendapatkan bantuan itu diantaranya: 580 KPM berada di Kecamatan Madat dan puluhan KPM lainnya berdomisili di Kec, Darul Ihsan, Darullaman dan Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur juga mengalami hal yang sama.

Tenaga Kerja Sosial Kecamatan Madat (TKSK). Muzakir saat dikonfirmasi media ini mengatakan sekitar 580 KPM di wilayah tugasnya gagal mendapatkan BPNT, menurutnya, kehilangan hak masyarakat miskin selama 4 bulan terhitung dari bulan Juli hingga Oktober 2020, karena saldo rekening untuk KPM sudah kosong dan hal itu sudah dilaporkan ke Dinsos Aceh Timur.

“Benar bang, sekitar 580 KPM di Kec Madat gagal cair, padahal ini sudah akhir tahun. Dana BPNT sebesar Rp 200,000 per KPM yang disalurkan setiap bulan khabarnya sudah di tarik kembali oleh Kementrian Sosial RI, entah kenapa saya juga tidak tahu. Tapi semua berkas atau data dari KPM sudah saya serahkan kepada pihak penyalur yaitu BRI pada Agustus 2020,” kata Muzakir seraya menambahkan, namun hanya bulan November dan Desember 2020 diterima KPM, untuk 4 bulan lagi gagal, ujarnya.

Baca Juga :  MKF - MNI Aceh, Pertanyakan Pemekaran  Kebutuhan atau Kepentingan

Mantan Kepala Desa (keuchik) Gampong Lueng Sa mengatakan dirinya sangat menyesalkan atas kehilangan hak keluarga miskin memperoleh untuk BPNT. Dikatakan. Gagalnya KPM menerima bantuan itu selama 4 bulan diakibatkan kelalaian pihak penyalur yaitu BRI, disebabkan berakhir batas penarikan yang telah ditentukan.

“Ini mutlak kesalahan pihak BRI, karena tidak memberitahukan kepada KPM terkait adanya bantuan sosial yang telah disalurkan oleh Pemerintah Pusat, karena 580 warga miskin ini merupakan KPM yang baru terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Tahun 2020,” ungkap nya.

Baca Juga :  Proyek MCK SD Negeri 12 Langsa Dikerjakan Asal Jadi

Ia juga menegaskan bahwa BRI selaku penyalur BPNT yang dipercayakan oleh Pemerintah harus bertanggungjawab atas kehilangan hak KPM tersebut. “BRI tanggung jawab dalam hal ini, karena hak keluarga miskin, bagi mereka bantuan itu sangatlah berarti, ini kelalaian BRI membuat masyarakat miskin rugi” cetusnya.

Kepala BRI Unit Pante Bidari Fakhrurazi saat ditemui sumaterapost.co mengatakan. BRI hanya sebagai penyalur dan bila data KPM sudah lengkap pihaknya langsung menyalurkan.”Menurut kami, BRI tidak pernah lalai, masalah ini yang lebih mengetahui adalah BRI Cabang Langsa, karena BRI Langsa yang melakukan koordinasi dengan Dinsos,”ucapnya.

Korda BPNT Aceh Timur Kemensos RI Sulis saat di konfirmasi wartawan menjelaskan bahwa diri nya belum mendapatkan laporan terkait adanya bantuan BPNT untuk keluarga miskin yang hilang saldonya. “Saya belum tahu masalah itu, karena belum ada laporan, jika ada masalah silahkan bawa data, supaya bisa di chek penyebab hilang nya saldo penerima BPNT,” ujarnya melalui sambungan selularnya.

Baca Juga :  SMA 2 Kota Langsa Butuh Perhatian Pemda Aceh

Sementara itu, ditempat terpisah Kadis Sosial Aceh Timur Elfiandi saat ditemui diruang kerja nya mengatakan hilang nya dana bansos BPNT yang lebih mengetahui secara teknis adalah TKSK, Korda dan pihak Bank. Sedangkan Dinas Sosial hanya sebagai pelaporan saja, ucapnya.

“Masalah BPNT di tarik atau dikembalikan saya tidak tahu, secara teknis yang lebih tahu masalah BPNT adalah TKSK, KORDA atau pihak Bank. Namun jika data KPM sudah lengkap, tapi belum juga disalurkan yang salah pihak Bank, karena sudah jatuh tempo tidak tersalurkan,” tandas Elfiandi.(Red/Az)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here